Training Hypnocative Speech, Teknik Super Cepat Berucap Bahasa Inggris

Saya pernah terbang satu pesawat dengan orang asing ketika melakukan perjalanan ke Sorong, Papua Barat. Hampir setengah penumpang pesawat merupakan wisatawan asing. Tampaknya tujuan Mereka tak lain adalah Raja Ampat yang sangat populer, tidak hanya dikalangan mereka, namun juga kalangan wisatawan domestik. Orang asing tersebut duduk pas disamping Saya. Khawatir jikalau orang asing tersebut mengajak Saya berbicara, akhirnya saya berpura-pura tidur saja sepanjang perjalanan. Untungnya saat itu malam hari, hampir setiap orang kelelahan dan lebih memilih untuk tidur, termasuk si orang asing itu. Bukannya apa-apa. Kalau orang asing tersebut mengajak Saya ngobrol, mau menjawab apa? Bahasa Inggris Saya belum lancar, bisa-bisa nanti Dia bingung apa yang Saya ucapkan. Saya pun akan kebingungan menjawabnya jika menggunakan Bahasa Inggris yang pas-pasan. Untungnya selama perjalanan tidak terjadi obrolan, walau pun sebenarnya saya sendiri ada niat untuk bertanya kepadanya. Soalnya orang asing tersebut membawa Kamera underwater profesional yang di taruh di bawah kakinya. Alangkah enaknya jika dalam perjalanan itu Saya dapat berbincang-bincang mengenai pekerjaan dia, apa yang dia lakukan di Sorong, dan sebagainya. Namun hal itu tidak terjadi. Sungguh suatu kekecewaan.

Pengalaman tak mengenakan di atas membuat keinginan Saya lebih terpacu untuk belajar berbicara bahasa Inggris secara lancar. Untungnya Saya menemukan pelatihan Hypnocative Speech yang dibawakan oleh Pak Adam Hidayat dengan metode Hipnosis dan Neuro Lingustic Programming (NLP) dalam pengajarannya. Pak Adam Hidayat sendiri merupakan founder metode tersebut, jadi bisa dibilang tidak ada orang lain yang menggunakan pendekatan ini dalam pengajaran bahasa inggris selain dirinya. Jadilah Saya mengikuti pelatihan 2 hari (31 Juli & 1 Agustus 2016) Hypnocative Speech.

 Day 1, Merubah Keyakinan

Selain Saya, rupanya ada 5 orang lagi yang mengikuti pelatihan Hypnocative Speech. Setelah berkenalan satu sama lain, didapatkan bahwateman baru Saya semua menginginkan diri mereka dapat berbicara bahasa inggris secara lancar meski pun penggunaanya untuk tujuan yang berbeda-beda. Saya cukup kaget ketika mengetahui salah satu teman baru Saya tersebut berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Saya berpikir cukup berniat juga dia mengikuti pelatihan ini meski pun jarak asalnya jauh sekali dari Jakarta. Satu lagi teman saya, meski pun tidak sejauh Pacitan, asalnya dari Cilegon, namun Dia bekerja di Riau. Jarak rupanya tidak menjadi penghalang bagi kedua teman saya itu.

Dimulailah Pelatihan Hypnocative Speech oleh Pak Adam. Sebagai Trainer harus Saya akui, Dia dapat membangkitkan suasana nyaman dalam diri para peserta. Suasana kaku di awal pelatihan sedikit demi sedikit mulai mencair. Penyampaia pelaran yang diberikannya pun dapat dengan mudah Kami pahami. Jika ada di antara Kami berenam yang belum mengerti, dengan sabar diiringi dengan senyuman, Pak Adam dapat menghilangkan kekhawatiran Kami.

Hal pertama dalam pelatihan yang Dia tanyakan adalah hal apa saja yang membuat Kami tidak sanggup berbicara bahasa Inggris. Dengan kata lain, Dia mental block apa saja yang hinggap di diri Kami sehingga Kami memiliki ketakutan untuk berbicara bahasa Inggris.  Kami pun mengemukakan satu  per satu kiranya hal apa saja yang menjadi  mental block Kami. Ternyata setelah ditelusuri, Kami menemukan beberapa, diantaranya tidak mengerti grammar, kurang percaya diri, takut salah ucap, malu, susah membalas omongan dan lain sebagainya.

hyp
Training Hypnocative Speech

Selanjutnya Dia menuturkan, untuk dapat berbicara bahasa Inggris, semua mental block tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu. Kami tahu dalam diri Kami masing-masing memang memiliki beberapa mental block yang harus dihilangkan namun Kami belum mengetahui bagaiamana caranya. Apalagi setelah Kami mengetahui untuk menghilangkan mental block tersebut berkaitan dengan alam bawah sadar Kami, jelas Kami tidak memiliki gambaran bagaimana memasuki alam bawah sadar tersebut dan menghilangkan mental block atau belief (keyakinan) yang salah itu.

Disinilah metode hipnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) digunakan. Tujuannya untuk menghilangkan belief yang salah tersebut. Dengan menyandarkan diri Kami pada bangku terapi dan diiringi suara alam yang keluar dari speaker dan bergema di ruangan, membuat tubuh dan pikiran Kami menjadi rileks. Mulailah Pak Adam menghilangkan mental block Kami dan menggantikannya dengan belief baru yang dapat memudahkan Kami belajar bahasa inggris. Proses ini memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit. Saya pribadi, setelah proses ini dilalui, badan terasa lebih segar, selain itu ketika pembicara berbicara dalam bahasa inggris, ada perasaan Saya terbiasa memahami dan dapat berbicara bahasa inggris, meskipun saya benar-benar belum berbicara bahasa inggris secara lancar. Seolah-olah sudah tidak ada penghalang lagi antara Saya dengan bahasa Inggris.

Efek yang timbul setelah hypnoterapi untuk setiap orang berbeda-beda. Teman Saya setelah selesai, menangis teringat suaminya. Satu lagi teman saya malah menggerakan tangannya seolah-olah membuang sesuatu yang menempel pada tubuhnya. Ketika di tanya oleh Pembicara apa yang terjadi. Teman saya menjawabnya bahwa Dia melihat mental block yang menempel pada tubuhnya, makanya Dia mencabut satu persatu lalu membuangnya. Meskipun Kami memiliki efek yang berbeda-beda, namun satu hal yang pasti, setelah proses hypnoterapi, timbul sebuah keyakinan baru bahwa Kami dapat belajar dan menguasai pembelajaran bahasa inggris yang akan diberikan.

Pak Adam juga memberikan bagaimana cara tercepat menghapal. Hal ini penting untuk menambah pengetahuan vocabulary Kami. Caranya adalah dengan menggunakan gerakan, rasa dan ucapan secara bersamaan ketika Kami ingin menghapalkan sesuatu yang baru. Karena dengan mengkombinasikan ketiganya, 90% otak akan dengan mudah menyimpan informasi baru. Dia juga menambahkan dengan membuatnya seperti cerita bersambung antara satu kata dengan kata lainnya, ditambah plesetan serta teknik anchoring (pengkodean, simbolisasi atau penjangkaran) akan semakin memudahkan Kami dalam menghapal apa pun.

Tidak terasa pelajaran hari pertama telah selesai begitu cepat. Dalam perjalanan Pulang ke rumah yang didampingi istri, Saya mulai cas cis cus ngomong bahasa Inggris sepanjang perjalanan, hasil dari pelatihan hari pertama. Saya sendiri cukup heran dengan perkembangan ini, seakan tidak percaya. Koq bisa saya berbicara bahasa inggris sepanjang perjalanan dengan istri saya tanpa ada rasa malu-malu lagi atau blank karena ketidaktahuan kata. Bahkan Ia mengibaratkan Saya seperti keran bocor, semua kata-kata tertumpah ruah. Walaupun begitu, Istri tampaknya senang dengan hasil pelatihan ini. Baru satu hari, ternyata hasilnya sudah sedahsyat ini.

Hari 2, Belajar Cepat Menguasai Tenses

Pengenalan tenses sebenarnya susah dimulai pada hari pertama, namun pembelajaran secara jelas baru dilakukan di hari kedua ini. Karena dihari pertama Kami telah memahami teori bagaimana menghapal secara cepat, maka di hari kedua ini,  Kami pun melakukan pengulangan pelatihan agar terbiasa menggunakan metode tersebut. Hasilnya dalam waktu 2 menit, Kami dapat menghapal 15 benda yang ada di ruangan secara berurutan tanpa tertinggal satu pun.

Dalam pembelajaran tenses pun, Kami melakukan hal yang sama. Kami mulai menggerakan badan ke kiri, ke kanan, ke depan dan belakang untuk menyatakan jenis tensesnya. Tidak lupa juga untuk menggunakan teknik anchoring dalam memahami setiap materi tenses yang disampaikan. Contohnya untuk simpel present tenses, Kami disuruh mengucapkan “DOdi DorES biasa pakai SEPATU” yang maksudnya adalah DOdi DorES = DO, DOES. Biasa = always, usually, often. Kemudian pakai SEPATU maksudnya gunakan kata kerja ke-SATU. Begitu pun untuk Present Continuous Tenses, sambil diiringi dengan gerakan, Kami disuruh mengucapkan “ARISAn sepatu sedang brifING” yang maksudnya ARISAn adalah are, is, am. Sementara sepatu = kata kerja ke-SATU. Sedang artinya continuous dan brifING maksudnya Verb+ING. Ternyata dengan menggunakan teknik yang diajarkan oleh Pak Adam, belajar tenses jauh lebih mudah.

Setelah jam makan siang, Kami kedatangan tamu, seorang native speaker yang bernama Mr. Dale Jarvis. Sebenarnya Kami agak was-was, materi apa yang akan diajarkannya. Kalau Pak Adam kan jelas, kalau Kami tak mengerti, tinggal bertanya dengan menggunakan bahasa Indonesia. Nah kalau dengan native speaker itu kan lain cerita. Kekhawatiran Kami tampaknya tidak beralasan. Mr. Dale Jarvis rupanya orang ramah dan Kami tidak kesulitan memahami segala hal apa yang diucapkannya. Keakraban Mr. Jarvis dengan Kami semakin terasa setelah Dia membuat sebuah games yang mengharuskan Kami memberikan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban yang telah Dia berikan sebelumnya.

Dia juga menjelaskan adanya perbedaan pengucapan antara bahasa Inggris dan Indonesia. Dalam bahasa Inggris, terkadang ada beberapa pengucapan yang agak panjang, namun hal ini tidak terjadi dalam bahasa Indonesia yang semua pengucapannya datar semua. Selain itu Mr. Jarvis juga memotivasi Kami, tidak perlu takut berbicara dalam bahasa Inggris. Orang Indonesia rata-rata pelafalan bahasa Ingrisnya lebih bagus dibandingkan Jerman, Perancis, Malaysia, Jepang. Jadi kenapa Kami harus takut. Dia juga menambahkan, Kami hanya perlu mengetahui sekitar 1.000-1.200 kata saja untuk dapat berbicara bahasa Inggris. Toh orang Amerika atau Inggris pun tidak mengetahui semua kata yang ada didalam kamus bahasa Inggris Mereka. Yang terpenting dalam belajar bahasa Inggris, sering-seringlah berbicara dalam bahasa Inggris dan sering-sering nonton film berbahasa Inggris.

 Well, itulah pengalaman pelatihan Hypnocative Speech Saya selama dua hari. Saya bersyukur dapat ambil bagian dalam pelatihan tersebut. Hanya dalam waktu 2 hari, kemampuan bicara bahasa inggris Saya meningkat secara signifikan. Enaknya lagi, setiap orang yang ikut pelatihan masih diberikan coaching untuk 2X (dua kali) pertemuan dengan masing-masing coaching selama 2 jam dengan Pak Adam secara private. Jikalau memang tidak memerlukan coaching tersebut, 2X kesempatan tersebut dapat digantikan dengan terapi menggunakan hypnoterapi sesuai dengan kebutuhan masing-masing dari Kami. Saya rasa Pak Adam cukup fleksibel untuk coaching tersebut. Namun menurut Saya pribadi agak disayangkan, jika kesempatan coaching yang harusnya untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris Saya diganti oleh hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pelatihan.

Pelatihan Hypnocative Speech tergolong unik dibandingkan pelatihan bahasa inggris sejenis yang cenderung monoton. Umumnya pelatihan di perusahaan lain tidak menyentuh motivasi atau kendala internal yang dihadapi oleh para pembelajar. Mereka hanya berfokus kepada bahasa Inggris-nya saja, tidak menyentuh si pembelajarnya. Mungkin karena Pak Adam sendiri seorang motivator, makanya dia all out untuk mengajari si pembelajar dari semua sisi agar benar-benar secara signifikan segala hambatan yang dihadapi para pembelajar benar-benar teratasi. Sayangnya meski pelatihan Hypnocative Speech ini bagus, brand-nya masih belum banyak dikenal. Padahal kalau sudah terkenal akan lebih banyak lagi orang-orang yang terbantu dalam belajar bahasa inggris, tidak hanya Kami saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s