Hati atau Pikiran

Hati tidak pernah berbohong

Rasanya banyak orang pasti akan menasehati kita untuk sabar ketika menemui sebuah masalah. Namanya manusia kan tidak pernah lepas dari permasalahan hidup. Kalau dipikir-pikir apa sich hidup itu? untuk apa kita hidup? Kenapa kita diciptakan? Mungkin bagi banyak orang malas untuk memikirkan hal itu. Hidup saja sudah susah, kita masih di suruh memikirkan persoalan yang terkesan mengawang-ngawang tidak ada akhirnya.

Sayangnya, sikap yang demikian justru menyebabkan diri kita akan kehilangan jati diri sebenarnya. Apakah Allah menciptakan manusia hanya untuk makan, minum dan tidur saja? Pasti lah ada ‘sesuatu’ yang membuat diri kita tercipta. Bagaimana kita tahu? Hal itu diri kitalah sendiri yang merenungkannya. Saya rasa tidak ada ciptaan Allah yang tidak sia-sia. Coba renungkanlah buat apa kalian hidup, niscaya kalian akan tahu bagaimana melangkah dalam hidup ini dan kehidupan kalian tidak akan sia-sia. Apakah kita masih berpikir bahwa hidup itu sekedar mencari nafkah, makan, tidur, menghidupi anak dan istri serta bersenda gurau belaka?

Bukankah Allah telah memberikan kita akal yang dengan ciptaannya tersebut membedakan kita dari makhluk lainnya? Dan dengan ciptaannya itu pula, membuat manusia menempati hierarki tertinggi dan mengalahkan malaikat? Tapi tunggu dulu, hal itu terjadi jika manusianya sendiri yang berusaha ingin mencapai tingkatan seperti itu. Dan tidak semua orang menyanggupi menjalani prosesnya. Maka jangan heran, sepertinya hanya orang-orang terpilih saja yang dapat mencapai tingkatan tersebut. Lho kalau begitu Allah sendiri yang menentukan siapa saja yang dapat mencapai tingkatan tersebut donk? Allah memang menentukan, tetapi takdir kan tidak kaku seperti itu? Kalau semuanya telah ditentukan buat apa kita diciptakan akal dalam diri kita? Tentunya hal ini untuk membuat diri dapat berpikir dan berusaha mencapai tingkatan yang telah dijanjikan-Nya itu.

Masalah hidup seakan tidak akan pernah berhenti kita alami, seperti air yang yang hanya berputar-putar dalam siklus. Dari hulu ke hilir, lalu ke laut dan menguap menjadi hujan. Namun pada akhirnya hujan pun turun ke hulu dan sekali lagi siklus pun kembali seperti semula. Begitu pun masalah yang kita hadapi, sehingga sebagian orang berpikiran hidup ini hanyalah sekumpulan masalah yang tidak akan pernah berhenti? Apakah benar demikian? Saya rasa memang benarlah adanya. Selama manusia hidup, tidak mungkin manusia terbebas dari belenggu masalah. Masalah akan selalu datang tanpa terduga-duga menyusup dibalik kehadiran setiap ketenangan. Karenanya satu-satunya cara bagi kita adalah bagaimana menemukan sebuah solusi yang dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Dengan pikirannya, akhirnya manusia berusaha untuk mengatasi masalah demi masalah yang dihadapinya. Setiap masalah yang timbul dia runtut secara sistematis hingga mengetahui secara garis besar bagaimana duduk persoalannya. Hingga akhirnya kita menemukan beberapa solusi yang muncul. Namun meski solusi telah muncul, diri kita masih dihadapi keraguan solusi manakah yang tepat. Kita pun menjadi ragu-ragu. Apakah pilihan kita telah tepat? Jangan-jangan solusi yang kita pilih membuat masalah itu melebar, bahkan memberikan masalah baru yang tidak terduga.

Ketidakyakinan akan solusi yang kita pilih dari hasil pemikiran kita akhirnya menyebabkan kita terbelenggu kepada masalah itu tanpa bergerak kemana-mana. Semakin kita pikirkan semakin sulit menemukan sebuah solusi yang terbaik. Mungkin saatnya bagi kita untuk tidak terus-menerus menggantungkan penemuan solusi kepada pikiran kita. Mungkin saatnya rasio ditinggalkan dan beralih kepada hati kita. Meninggalkannya disini bukan benar-benar tidak menggunakannya sama sekali, melainkan bukan menjadikannya acuan untuk menemukan solusi tetapi lebih kepada supporting. Kalau bukan pikiran, kita harus pakai apa? Saatnya mungkin bagi diri kita mempercayai hati kita sendiri.

Gunakanlah hati kita yang telah diciptakan-Nya untuk membimbing manusia untuk tetap di jalan yang seharusnya dipersiapkan-Nya. Hiraukan pikiran-pikiran yang dapat mengeluarkan kita dari jalur itu. Berikanlah kesempatan kepada hati untuk menuntun diri kita menemukan sebuah solusi dari setiap permasalahan. Dan jagalah hati kita untuk selalu bersih. Selama hati manusia bersih, ia akan menempatkan masalah pada proporsinya. Tidak dibiarkannya berlarut-larut dan anehnya solusi dapat dengan mudah ditemukan tanpa kebingungan sama sekali. Keraguan seakan sirna begitu saja. Kita yakin mana solusi yang kita pilih.

Hati itu tidak pernah berbohong, yang berbohong itu adalah pikiran kita. Karena hati sifatnya tidak terbatas, beda dengan pikiran yang ‘lebih’ suka melihat dari sisi negatifnya terlebih dahulu. Maka hati dapat melihat dengan sebenar-benarnya masalah. Tanyakan saja pada hati nurani kalian, mungkinkah hati akan menyuruh diri kita berbuat tidak baik kepada orang lain?

Pernahkan kalian ingat pertama kali kalian ingin berbuat jahat, ada bisikan halus yang selalu mengingatkan kita “jangan lakukan itu”. Itulah hati, namun seringkali kita justru menghiraukannya. Kita lebih percaya kepada pikiran kita yang tidak mau kalah dengan hati berusaha meyakinkan diri kita dengan berbicara “sudahlah tidak apa-apa, sekali-kali boleh”. Mulai saat itu sebenarnya kita telah terjebak permainan pikiran kita sendiri. Parahnya lagi kita jadi terbiasa di manipulasi oleh pikiran kita yang membuat ‘sekali-kali boleh’ itu menjadi sebuah kebiasaan dan pada akhirnya membentuk karakter diri kita.

Untuk itu, akan lebih baik seandainya kita lebih banyak menggunakan hati kita yang jujur dari pada pikiran kita yang cenderung manipulatif. Memang awalnya serasa sulit, namun percayalah kalian akan melihat perbedaan seiring waktu kalian menggunakannya. Jernihkanlah hati terus menerus, jangan berfokus hanya pada pikiran belakan. Karena jika hati bersih, pikiran kita pun akan bersih. Bagaimana caranya? Banyaklah berzikir mengingat Allah yang maha Suci untuk mempertajam hati kita. Saya bukan inggin menggurui para pembaca blog ini, namun sekedar sharing saja. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s