Twilight, True Blood dan Dunia Vampire Lainnya yang harus Kita Ketahui

Twilight

Pernah baca novel Twilight karangan Stephanie Meyer atau mungkin pernah mennonton filmnya dengan judul yang sama? Saya yakin hampir semua pembaca mengetahui cerita ini. Dari anak-anak hingga dewasa banyak menyukai drama percintaan antara vampire dengan manusia. Jika umumnya film vampire lebih bercerita mengenai vampire yang memangsa manusia, Twilight justru memberikan sudut pandang baru sebuah film vampire yang tidak berdarah-darah. Suksenya genre film vampire seperti Twilight kemudian diikuti oleh serial televisi baru Vampire Diaries, yang juga merupakan adaptasi dari buku karangan L.J. Smith.

Seperti Romeo and Juliet, twilight pun tidak mau ketinggalan. Sang tokoh vampire, Edward Cullen begitu terpesona dan begitu jatuh cinta kepada wanita dari kalangan manusia, Bella Swan. Saking setianya dan bagaimana perjuangan Edward melindungi Bella dari setiap ancaman membuat banyak penonton menyukai tokoh fiksi itu. Pada akhirnya Edward Cullen pun menjadi idola gadis remaja masa kini.

Saya pikir apa yang dilakukan Stephanie Meyer benar-benar unik dan di luar perkiraan banyak pecinta film vampire. Kesan kelam dan berdarah-darah sebisa mungkin diminimalkan, justru yang berperan penting dalam film tersebut adalah unsur romantisme antara Edward dan Bella. Masalah percintaan antara vampire dengan manusia pun bukan barang baru sebenarnya dalam genre ini.

Vampire China

Di China pun bahkan sebelum film ini muncul ada film yang mengusung tema yang sama, meski tidak sekental Twilight. Lihat saja Twins Effect, yang diperankan duo penyanyi Charlene Choi dan Gilian Cheung.Uniknya film bertema vampire China sebelumnya jauh berbeda dengan vampire yang dipaparkan dalam film Twins Effect. Vampire dalam film itu lebih menyerupai vampire buatan hollywood. Sementara vampire asli China sangat jauh berbeda dengan versi hollywood.

Jika di hollywood, biasanya vampire-vampire memiliki kecerdasan intelektual, maka vampire china umumnya tidak memiliknya. Mereka tidak memiliki kemauan pribadi, kalau boleh dibilang mereka seperti hewan yang di cocok hidungnya. Apalagi jika kening vampire tersebut telah di tempel jimat oleh seorang pendeta. Jika sudah begini mereka akan mudah dikendalikan. Dengan hanya mengikatkan satu sama lain dan dirangkai seperti rangkaian kuda serta dikendalikan dengan bunyi lonceng, maka para vampire tersebut dapat disuruh-suruh semaunya oleh sang pendeta itu.

Walau ada perbedaan mendasar antara film vampire China dengan produksi Hollywood, namun vampire Twilight sebenarnya cukup berbeda dengan kebanyakan film vampire hollywood. Vampire dalam twilight lebih humanis. Mereka hidup layaknya seperti manusia. Mereka pun tidak sembarangan minum darah manusia. Untuk menjaga keharmonisan antara manusia dengan vampire, mereka lebih memilih untuk meminum darah binatang, walau pun mereka sendiri mengakui bahwa darah manusia lebih lezat dibandingkan darah hewan.

Keunikan lain vampire Twilight adalah mereka tidak takut sinar matahari. Mereka justru senang berada di bawah sinar matahari. Sinar matahari justru akan membuat kulit mereka berkilauan seperti intan berlian. Padahal jika kita melihat hampir semua film vampire sebelumnya, mereka selalu takut sinar matahari. Dan karenanya bisa digunakan para manusia untuk membunuh vampire yang menyerang mereka.Selain dari sinar matahari, penggunaan tonggak kayu lancip juga menjadi salah satu senjata ampuh membunuh para vampire. Lihat saja film From Dust Till Dawn karya Quentin Tarantino. Apalagi dengan munculnya serial televisi Buffy: The Vampire Slayer yang diperankan Sarah Michelle Gellar, aktris yang juga membintangi film The Grudge, adaptasi dari film korea Ju On.

Blade

Namun film pembasmi vampire tidak berhenti di situ saja. Munculah film Blade yang diperankan Wesley Snipes, manusia setengah vampire. Perkosaan vampire terhadap ibunya blade ternyata membuahkan benih dan lahirlah blade. Akibatnya blade tidak menyukai bangsa vampire. Apalagi setelah melihat mereka sering berbuat semena-mena kepada manusia. Pembunuhan vampire ala blade disertai teknologi yang belum pernah ada pada film-film vampire sebelumnya. Jika sebelumnya hanya menggunakan matahari biasa, maka teknologi dalam film blade justru menggunakan sinar buatan pembunuh vampire.

Senjata tradisional lainyang dapat juga digunakan membunuh vampire ternyata lebih mudah dari yang dibayangkan selama ini. Dalam serial True Blood, para vampire yang usil sangat takut dengan logam perak, karena akan membuat bagian tubuh mereka yang terkena seperti terbakar. Meski begitu jika perak yang mengenai tubuhnya dijauhkan, bagian tubuh yang terkena akan normal kembali.

Banyak nama-nama pembasmi vampire, namun pembasmi vampire yang sangat populer dan sering dijadikan icon sejumlah film vampire adalah Van Helsing. Saya perhatikan di beberapa film vampire, nama ini sering dijadikan nama sang pembasmi. Tokoh Van helsing sendiri pertama kali dimunculkan dalam film Bram Stoker’ Dracula sebagai tokoh protagonis seorang doktor belanda yang menangani penyakit aneh yang diderita salah satu pasiennya, Lucy Westenra. Saking populernya nama itu, jangan heran jika  akhirnya di buat film dengan judul yang sama, Van Helsing yang diperankan Hugh Jackman, pemeran Wolverine dalam film franchise X-Men.

Interview with the Vampire

Banyak film vampire yang disajikan belakangan tidak melulu menunjukan kebencian antara manusia dengan vampire, tetapi juga kebencian vampire pembuatnya (vampire yang menjadikan diri mereka vampire). Sebut saja film Queen of the Damned, di mana tokoh vampire disini sebagai seorang rock star atau film vampire klasik Interview of the vampire yang dibintangi Brad Pitt dan Tom Cruise. Banyak sisi lain yang dapat dijadikan sudut pandang baru dan dapat dinikmati tidak sekedar pembunuhan saja yang ditonjolkan atau pun kebencian antara kedua ras, manusia dan vampire.

Bagaimana jika membuat film vampire yang berubah kembali menjadi manusia? Jika umumnya manusia menjadi vampire, mungkin kini saatnya vampire menjadi manusia. Tidak perlu menunggu lama, cerita ini pun telah ditampilkan dengan baik dalam film Daybreakers yang dibintangi Ethan Hawke. Sama seperti Twilight, di sini pun vampire sudah hidup berdampingan dengan manusia, bahkan populasinya melebihi manusia. Akibatnya banyak vampire yang menjadi ganas-ganas dan menyerang sembarangan. Untuk itu pemerintah biasanya akan menangkap vampire-vampire itu dan membiarkan mereka mati di tengah sengatan sinar matahari. Untuk itu diperlukan sebuah solusi baru menangani populasi vampire yang semakin besar.

Daybreakers

Sebagai salah satu petinggi dalam pemerintahan, Ethan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang vampire yang berubah kembali menjadi manusia. Mungkin inilah salah satu solusinya membuat populasi vampire menyusut dan mengembalikan keadaan seperti semula. Untuk lebih meyakini proses perubahan itu sendiri, maka mau tidak mau Ethan menjadikan dirinya menjadi kelinci percobaan. Prosesnya dengan membiarkan kurang lebih beberapa detik di tengah sengatan sinar matahari untuk memancing detak jantung bergerak kembali. Proses ini berlangsung terus-menerus hingga Ethan Hawke dapat bernafas normal kembali.

Apakah vampire bisa hidup kembali setelah mati? Bisa. Saya sendiri baru tahu setelah menyaksikan film 30 Days of Nights: Dark Days. Vampire ternyata bisa hidup kembali selama belum terpotong kepalannya. Walau badannya telah hangus, namun ketika badan yang hangus itu mendapatkan asupan darah segara, dengan seketika proses regenerasi akan memicu pengembalian tubuh menjadi seperti semula.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang menarik sebenarnya menyangkut dunia vampire. Contohnya apakah keluarga vampire bisa memiliki keturunan? Dalam kasus film Twilight, mereka memiliki keturunan karena Bella sendiri masih menjadi manusia. Namun bagaimana jika keduanya adalah vampire. Apakah mereka bisa memiliki keturunan?

True Blood

Umumnya jawabannya tidak. Proses regenerasi yang super cepat dimiliki bangsa vampire menjadikan berkah sekaligus kutukan bagi dirinya. Adanya regenerasi itu menjadikan tubuh mereka tidak akan mengalami perubahan. Makanya jangan heran kalau mereka awet muda. Namun akibatnya, karena tubuh tidak mengalami perubahan, maka tidak memungkinkan dalam rahim mereka pun akan berubah. Setiap ada perubahan, proses regenerasi akan membuat tubuh mereka kembali seperti semula.

Nah disini juga saya heran, mengapa kalau wanitanya vampire tidak bisa memiliki anak, namun kalau lelakinya seorang vampire maka bisa memiliki anak, seperti kasus blade atau film twilight. Harusnya kan dua-duanya tidak bisa. Bagaimana mungkin seorang vampir lelaki akan menghasilkan sperma. Bukankah seperti yang saya jelaskan di atas, tubuh vampire baik lelaki maupun wanita tidak akan mengalami perubahan akibat adanya daya super regenerasi yang menjaga tubuh mereka akan kembali seperti sedia kala. Kembali pembaca sendirilah yang menilainya.

Hal lain yang sering dijadikan cerita dalam film vampire adalah perseteruan terbesarnya dengan kaum werewolf (serigala), seperti yang digambarkan secara gamblang dalam film Underworld atau juga Twilight. Dalam film Underwold, jelas-jelas terjadi persaingan abadi antara vampire dan werewolf. Satu sama lain memiliki ego tinggi yang tidak mau dikalahkan oleh yang lain. Namun dalam film twilight, walau pun mereka berseteru, namun tidak jadi pertumpahan darah seperti dalam Underworld, bahkan mereka saling melengkapi dan melindungi manusia, khususnya Bella Swan.

Underworld

Cerita perseteruan vampire dengan werewolf sebenarnya hanya didapatkan dalam dunia hiburan saja. Jika menilik cerita rakyat, vampire sebenarnya adalah werewolf yang sudah meninggal. Dengan kata lain, jika werewolf meninggal, dan dia tidak dibakar tubuhnya, maka werewolf itu akan menjadi vampire. Jika demikian antara vampire dengan werewolf sebenarnya memiliki kesamaan, bukan perbedaan seperti dalam dunia hiburan hollywood.

Penyebab kenapa munculnya werewolf sendiri masih menjadi misteri. Salah satunya ada yang mengatakan bahwa penyebutan werewolf terkait dengan pembunuh berantai dimana tubuh korbannya di mutilasi, sebagian daginnya dimakan, dan terjadi pengoyakan terhadap tubuhnya hingga dipersepsi seperti dimakan serigala. Terlepas bagaimana misteri itu, setidaknya tontonan vampire versus werewolf layak untuk dinikmati dalam waktu senggang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s