Inspirasi

Banyak yang bertanya bagaimana saya mendapatkan inspirasi menulis. Pertanyaan ini bukan hal baru dan pertama. Dahulu pun saya menanyakan hal yang sama kepada orang-orang yang terlebih dahulu menulis. Awalnya pun saya sendiri bingung bagaimana menghasilkan sebuah tulisan yang bagus dan enak dibaca. Namun semuanya berubah, ternyata tulisan akan bagus dengan sendirinya jika kita sering melatihnya.

Ketakutan terbesar penulis pada awalnya adalah tidak bermutunya dan tidak enaknya dibaca tulisan yang dihasilkannya. Makanya, saya selalu menunggu tulisan saya bagus dahulu, baru di publish. Namun di sini kan ada yang aneh, bagaimana mungkin tulisan akan menjadi baik jika kita tidak melatihnya? Biarkan saja semuanya seperti itu, biarkan tulisan sendiri yang memperbaiki dirinya sendiri.

Kenapa kita perlu inspirasi dalam menulis? Inspirasi itu penting untuk membuat kita bergairah dalam menulis dan fokus akan tulisan. Jika kita bergairah, maka dipastikan tulisan kita akan baik pula. Meski begitu sebuah inspirasi sebenarnya bukan hanya ditujukan untuk sebuah tulisan saja. Saya pribadi melihat inspirasi sebagai sebuah hal penting dalam kehidupan. Apa jadinya jika seseorang tidak memiliki inspirasi dalam hidupnya (terinspirasi oleh hal lain). Dia akan menjadi orang  yang kebingungan dan tidak memiliki tujuan. Hidupnya tidak jelas, apa yang dia inginkan atau apa yang tidak diinginkannya.

Seandainya dia memiliki inspirasi, setidaknya dia mencoba menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya. Coba bayangkan seandainya Cirque Du Soleil tidak terinspirasi oleh drama, maka tidak akan ada sirkus yang memadukan konsep sirkus plus drama yang membedakan dirinya dari sirkus-sirkus sebelumnya. Pada akhirnya dia akan terhempas oleh sirkus-sirkus lainnya di tengah persaingan antar pengelola sirkus makin kentat dan biaya yang makin membengkak. Atau juga bayangkan jika Kolonel Sanders, penemu resep ayam goreng KFC, tidak terinspirasi untuk memasarkan ayam goreng ciptaannya? Mungkin dia tidak akan menjadi milyuner baru dan kita tidak sempat merasakan jenis pengolahan ayam goreng ala KFC.

Bagaimana caranya kita menemukan sebuah inspirasi bagi diri kita? Sampai saat ini belum ada proses baku mengenai langkah-langkah yang pasti menemukan sebuah ide atau inspirasi baru. Namun banyak orang menyarankan untuk membuka pikiran kita selebar-lebarnya menangkap ide itu ketika datang.

Hal lain yang perlu diingat, selama kita terkungkung dalam sebuah paradigma lama secara terus-menerus jangan harapkan inspirasi itu akan datang. Tanpa disadari kita masih menutup dan mem-blocking pikiran kita akan ide-ide baru. Karenanya kita tidak memperoleh inspirasi baru. Mungkin juga akibat pikiran kita yang merasa lebih tahu dibandingkan orang lain, hingga menyebabkan diri kita sudah merasa cukup akan pengetahuan yang kita miliki. Ini yang harus kita rubah.

Bagi saya pribadi, inspirasi itu bisa datang lewat film, bacaan, lingkungan sekitar atau bahkan teman-teman dekat kita atau pun anggota keluarga kita. Mulai dari yang kecil hingga dewasa, bahkan kakek nenek. Semuanya dapat menjadi inspirasi saya. Namun seringnya saya mendapatkan inspirasi dari buku yang sedang dibaca atau pun film yang baru saja ditonton. Jika menarik, maka biasanya saya segera mungkin membuat sebuah tulisan. Saya sendiri salute akan para penulis cerita novel atau pun naskah film yang saya tonton. Bukan sebuah tulisan biasa, jika tulisan itu dapat menginspirasi orang lain. Bagaimana juga semua tulisan itu dapat menggugah seseorang menjadi lebih baik, menatap sudut pandang baru dan memperoleh pengetahuan baru yang sebelumnya tidak kita ketahui. Contohnya saja novel Laskar Pelangi, 5 CM, 5 Menara, 3 Ranah, Chicken Soup, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saja sebutkan satu per satu di sini. Contoh tulisan inspirasi dari buku yang saya baca seperti , dan .

Untuk film pun tidak jauh berbeda. Banyak film yang membuat saya terinspirasi, bahkan beberapa tulisan dalam blog ini terinspirasi oleh film, seperti Tidak Selamanya Ilmu Pengetahuan dapat Menjelaskan Segala Hal oleh film “Shelter” dan dari film “Ghost Town”. Karena membuat saya terinspirasi alangkah lebih baiknya pikir saya untuk menuangkan ke dalam sebuah tulisan. Semoga saja tulisan saya juga dapat menginspirasi orang lain. Sebenarnya tema-tema itu tema-tema umum yang sering menjadi bahan cerita, namun sang penulis naskah dan sutradara dapat membuat sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa. Itulah yang membuat mengapa film-film tersebut berbeda dari film-film lainnya.

Tidak urung ketika mengikuti sebuah seminar pun saya terinspirasi dan lagi-lagi ingin segera men-sharing dan menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Saya pribadi pernah mengikuti seminar Tung Desem Waringin dan mengulas isi seminarnya di , atau ulasan seminar lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan kantor seperti tulisan , dan .

Banyak hal yang dapat menginspirasi saya dalam membuat tulisan. Pengalaman-pengalaman pribadi atau pun pengalaman orang lain pun bisa menjadi inspirasi bagi diri saya pribadi. Pernah sekali ada teman yang mengeluhkan sahabatnya dan dia merasa dibohongi oleh sahabatnya itu. Lagi-lagi secara tiba-tiba saya ingin menulis tentang hal itu dan saya tuangkan dalam tulisan . Itu dari pengalaman orang lain, dari pengalaman-pengalaman pribadi pun seringkali menjadi inspirasi tulisan. Biasanya berupa catatan perjalanan, seperti tulisan Berkeliling Jawa Timur (part 1), dan Berkeliling Jawa Timur (part 2).

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, inspirasi bisa datang kapan dan dimana saja. Kita tidak pernah tahu kapan datangnya. Namun ketika itu datang, siap-siaplah membuka pikiran kita selebar-lebarnya menangkap ide-ide yang berseliweran dalam pikiran kita. Kondisi ini mungkin aneh, tetapi tidak akan aneh jika anda telah mengalaminya sendiri. Ketika di angkutan umum misalnya, tiba-tiba saja berkelebatan rangkaian kata demi kata dalam pikira saya tanpa diniatkan sama sekali. Sepertinya tinggal saya terjemahkan saja dan satukan saja rangkaian itu maka satu tulisan pun jadi. Mungkin saking fokusnya mencari ide-ide baru tulisan apa lagi yang ingin dibuat, maka secara tidak sadar ide-ide itu yang justru menghampiri dengan sendirinya. Saya jadi ingat hukum Law of Attraction, Rhonda Bryne. Jika kita memfokuskan pikiran kita mengenai sesuatu hal, maka sebenarnya pikiran kita yang terdiri dari energi itu akan menarik energi lain yang kita pikirkan itu. Prosesnya sebenarnya mudah, hanya saja kita sering meragukan hal itu dapat terjadi begitu saja.

Ketika kita fokus dan selalu memikirkan satu hal yang sama, entah kenapa sebuah solusi langsung muncul begitu saja. Mungkin ini juga yang mendasari Malcom Gladwel menulis buku berjudul “blink” yang menyarankan untuk mengedepankan intuisi dalam mencari solusi, bukan analisis sistematis yang selama ini sering digunakan. Dia beranggapan penggunaan metode analisis sistematis justru akan membuat solusi yang didapatkan kemungkinan besar tidak menyentuh akar masalah, terlalu banyak informasi justru akan menyebabkan kebingungan hingga keputusan yang diambil tidak relevan lagi.

Akhir tulisan ini, saya sarankan bagi ingin yang menulis atau pun tidak, jangan lupa untuk membuka pikiran kita selebar mungkin menerima inspirasi baru. Kita tidak pernah tahu kapan datangnya, bisa saja ketika kita di angkutan umum, menonton film, ke tempat baru, baca buku, obrolan santai, dan lain sebagainya. Namun satu hal yang pasti bisa saja ketika inspirasi itu datang, maka mulai detik itu kehidupan kita akan lebih bermakna dan lebih baik dari sebelumnya. Selamat menemukan inspirasi baru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s