Teknik Bukanlah hal Terpenting dibandingkan Mindset

Setiap orang menginginkan kesuksesan bagi dirinya pribadi. Setiap orang memiliki definisi yang berbeda-beda mengenai kesuksesan. Menjadi Kaya merupakan sebuah kesuksesan bagi seorang Rinto. Memiliki keluarga hangat bisa jadi merupakan kesuksesan bagi Rina. Berpergian ke mana pun kita inginkan mungkin juga kesuksesan bagi kita semua. Dengan demikian setiap orang memiliki versi kesuksesannya masing-masing.

Tidak ada manusia yang tidak ingin sukses. Jika kita bertanya kepada setiap orang apakah ingin sukses dalam hidupnya, maka mereka cenderung mengiyakan. Untuk mencapai hal itu, banyak orang mulai belajar dan belajar lagi menemukan metode yang tepat atau cara-cara baru bagaimana mencapainya. Jadi jangan heran jika buku-buku laris yang ada di toko buku merupakan jenis buku “How To“. Buku-buku yang mengajarkan teknik-teknik, langkah-langkah maupun tahapan-tahapan menggapai kesuksesan. Dari sini pula kita bisa mengetahui bahwa banyak orang haus akan kesuksesan.

Namun apakah dengan kita mengetahui teknik-teknik tersebut, maka secara otomatis kita akan mendulang kesuksesan? Jawabannya tergantung dari pribadi masing-masing orang. Namun bagi pemikiran saya pribadi, teknik-teknik pencapaian kesuksesan tidaklah terlalu berarti jika dibandingkan dengan perubahan mindset pikiran kita sendiri. Apalah artinya jika kita memiliki segudang pengetahuan tetapi kita tidak berani menerapkannya, karena kita pikir belum saatnya. Atau juga kita pikir masih ada yang kurang? Kenapa itu bisa terjadi? Karena mindset kita belum beriringan dengan pengetahuan teknik-teknik pencapaian kesuksesan yang kita miliki.

Kita terlalu percaya bahwa dengan mengetahui teknik-teknik terbaru, maka secara otomatis akan mendulang kesuksesan. Namun nyatanya tidak seperti itu. Contohlah Andrew Ho, seorang bilioner muda dari Singapura. Tidak ada yang menyangka bahwa dirinya akan menjadi seorang motivator sekaligus pengusaha, seandainya dia tidak meyakini bahwa dirinya mampu berbuat seperti itu.

Kalau melihat perjalanan hidupnya ke belakang mungkin tidak akan menyangka dia akan sesukses sekarang. Namun kekuatan mindset menghasilkan sesuatu melebihi sekedar teknik yang dipelajarinya. Sejak SD, ia telah terbiasa berpindah-pindah sekolah. Bukan karena pekerjaan orang tuanya yang mengharuskan dia berpindah-pindah terus, namun karena saking gobloknya, seringkali dia pun tinggal kelas dan juga selalu terlibat perkelahian dengan teman-teman lainya. Akibat ulahnya itu, pihak sekolah menyarankan kepada keluarganya untuk mencari sekolah lain.

Bukan hal yang mudah menerima seorang anak yang memiliki perilaku seperti itu hingga dakhirnya terdampar di sekolah “buangan” (sekolah yang memiliki peringkat paling rendah di Singapura). Hal lain yang tidak mengenakan, karena saking gobloknya, ejekan pun dia terima setiap harinya. Bahkan guru nya pun, yang harusnya mengembangkan kemampuan siswanya, menyerah, bahkan meyakini bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaiki anak satu ini.

Hingga suatu hari, dia iseng membaca sebuah buku. Awalnya dia tidak tertarik dengan isi buku tersebut, namun halaman demi halaman disantapnya tanpa dia sadari. Hikmah yang didapatkan dari keisengan itu membuahkan kenikmatan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Buku itu pula  mengajarkan dia untuk meyakini bahwa  sebuah kesuksesan datang hanya jika kita meyakininya. Pada awalnya dia tidak mengerti, namun perlahan timbulah sebuah momentum perubahan dirinya. Mulailah dia menengok kebelakang, apa yang selama ini telah dia lakukan? Kenapa dia begitu gampang menyia-nyiakan hidupnya, sementara telah dianugerahkan otak oleh Allah yang memiliki kemampuan tidak jauh berbeda dengan yang lainnya? Apakah ada yang salah dengan cara belajar dia selama ini?

Mulailah dia aktif mencari buku-buku dan informasi lainnya mengenai bagaimana menggunakan kerja otak secara maksimal. Diketemukanlah sebuah buku metode Mind Map ciptaan Toni Buzan yang memaksimalkan kinerja otak, tidak hanya otak kiri saja, namun otak kanan pun dimaksimalkan penggunaannya.Mulailah Andrew Ho kecil belajar menerapkan metode itu. Namun tidak hanya sampai disitu, dia pun meniru cara belajar temannya yang mendapatkan peringkat pertama di sekolahnya. Dengan menggabungkan kedua hal tersebut dia meyakini kemungkinan sukses akan menjadi lebih besar. Hasilnya di luar dugaan semua pihak, khususnya para guru di sekolahnya. Andrew Ho berhasil menapaki peringkat pertama di sekolahnya. Dari seorang yang memiliki nilai terendah menjadi tertinggi di sekolahnya. Dan untuk beberapa tahun berikutnya, dia terpilih menjadi salah satu siswa terbaik dari Singapura dan termasuk 1% siswa berprestasi dan terbaik Singapura. From Zero to Hero, adalah kata-kata yang tepat menggambarkannya.

Dari perjalanan Andrew Ho di atas dapat kita simpulkan saatnya bagi kita belajar sedini mungkin bagaimana menumbuhkan keyakinan kita. Bukan terbatas hanya pengumpulan pengetahuan mengenai teknik-teknik baru mencapai kesuksesan melainkan lebih kepada pemupukan nilai-nilai positif yang dapat dicapai dari keyakinan mindset yang kita miliki. Mengapa lebih menekankan kepada perubahan mindset? Karena seringkali terjadi paradoks (kontradiksi) dalam hal pengumpulan pengetahuan. Pasalnya, semakin kita mengetahui teknik-teknik baru, maka akan semakin banyak hal yang justru tidak kita ketahui. Pada akhirnya, bukan hal itu membesarkan dan menumbuhkan keyakinan kita, justru menimbulkan keraguan dan kita selalu menunggu waktu yang tepat kapan kita melangkah mencapai kesuksesan yang pernah kita impikan.

Akan lebih baik, selain dari mencari teknik-teknik baru dan teruji, kita juga selalu menanamkan pikiran-pikiran positif untuk merubah mindset kita pribadi. Jangan dengarkan suara-suara hati yang mengatakan kita akan gagal, belum saatnya, atau pun merasa diri kita banyak kekurangan. Stop! Saatnya kini merevolusi diri. Mulai sekarang fokuskan pada pikiran-pikiran positif dari pada pikiran-pikiran negatif. Jadikanlah itu kebiasaan baru kita. Kita akan tercengang bagaimana perubahan sebuah mindset lebih berarti dari sekedar teknik-teknik baru yang kita kuasai. Mengakhiri tulisan ini, saya teringat kata-kata Andre Wongso yang menginspirasi saya juga dan berharap akan menginspirasi pembaca tulisan ini juga, yaitu “Succes is My Right!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s