Catatan Pribadi : Pertama kali bersentuhan dengan Islam

Dahulu ketika pertama kali diperkenalkan Islam, saya benar-benar tidak mengerti sama sekali apa islam itu. Yang saya tahu, karena ayah memutuskan memeluk agama ini, saya pun disuruh memeluk agama ini. Tidak ada percakapan dialogis diantara saya dengan Ayah. Pokoknya saya belajar Islam. Diajarilah saya membaca Quran dan diajari pula gerakan sholat. Hari demi hari Alhamdulillah satu demi satu saya bisa mempelajarinya. Saat itu saya masih di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Rasa keingintahuan saya yang besar, membuat saya mulai mencari tahu Islam itu apa. Kenapa banyak yang mengaku Islam tapi tidak melakukan ajarannya? lalu bedanya dengan agama lain apa, khususnya Kristen sebagai agama yang saya anut sebelumnya. Sebenarnya banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang masih banyak pada saat itu. Kadang saya sendiri saja kebingungan, begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam diri saya.

Namun berangkat dari hal itu, akhirnya membuat saya mencari-cari referensi buku mengenai Islam. Akhirnya dari beragam buku yang saya baca pada awalnya, saya mengetahui Islam itu bukan sebatas ritual belaka. Sholat, berhaji, bersedekah dan lain-lain yang mencakup ajaran Islam mulai saya ketahui sedikit demi sedikit. Namun ada kebingungan lain yang saya hadapi kala itu. Kenapa bisa timbul perbedaan mengenai tata cara ritual yang dilakukan. Contohnya, bacaan amin setelah alfatihah ketika berjamaah. Ada yang membolehkan mengeraskan bacaan Amin setelah imam membaca surat terakhir. Ada juga yang dibaca secara berbisik ucapan aminnya. Itu baru bacaan amin. Masih banyak lagi perbedaan-perbedaan lainnya yang saya temui pada saat itu. Yang paling umum, pertikaian mengenai jumlah shalat tarawih, apakah 20 rakaat atau 12 rakat? Itu menjadi kebingungan saya juga.

Bersyukur pada saat itu, Paman saya yang telah masuk Islam terlebih dahulu, memiliki buku 4 jilid Tanya Jawab agama Islam karya A.Hasan, ulama terkemuka dari organisasi Persatuan Islam (Persis).Persis sendiri tidak jauh berbeda dengan Nahdatul Ulama, Lembaga Dakwah Indonesia (LDI) atau pun Muhammadiyah. Saya bacalah buku 4 jilid secara tuntas dengan masih banyaknya ketidakmengertian mengenai isi buku itu. Maklum saya sendiri masih belajar, belum banyak tahu mengenai istilah-istilah yang ada didalamnya. Untungnya sedikit demi sedikit saya mulai memahami pada akhirnya. Yang menarik dalam buku tanya jawab A. Hasan, dia menjelaskan perbedaan interpretasi ayat suci dan hadits-hadist yang digunakan sebagian ulama dalam menetapkan keputusan hukum.

Bisa dibilang disinilah saya berkenalan dengan fiqh. Pemaparan dalam buku itu memang agak njilimet, karena pembahasannya dilakukan secara mendetail satu demi satu ayat-ayat quran maupun hadist-hadist yang jadi rujukan hingga pada akhirnya didapatkan kesimpulan akhir. Mana hadist yang tergolong Mutawatir, hasan, ahad, mauquf, mursal, mu’allaq, marfu dan lain sebagainya. Bagaimana kedudukan hadist dihadapan Alquran jika bertentangan, misalnya ada hadist yang melarang memakan makanan dari dua alam atau memiliki cakar. Akhirnya dari penjelasan yang disampaikan didalamnya semakin menambah tingkat keyakinan keberislaman saya menjadi lebih tinggi lagi dari sebelumnya.

Dari buku itu pulalah, rasa keingintahuan saya mendalami islam semakin besar. Dan melalui buku itu pulalah, saya membaca buku-buku lain yang terlihat nyeleneh bagi sebagian umat islam di Indonesia. Dalam perjalanan saya mendalami Islam, bisa dibilang mungkin saya telah memiliki 100-an buku islam yang telah saya baca dan beli. Untuk apa itu semua? Karena Islam itu rahmatan lil’ alamin. The Way of life, karenanya Islam adalah agama saya. Pada tulisan lain akan saya paparkan bagaimana perjalanan mendalami keberislaman saya selanjutnya. Tunggu saja yach. šŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s