Fiqh itu Islam?

Perdebatan masalah fiqh selalu saja menimbulkan perdebatan tiada akhir. Bahkan seringkali menimbulkan pertikaian yang dapat membuat pertumpahan darah didalamnya. Padahal sesuai kodratnya manusia yang selalu berpikir, perbedaan itu mutlak akan terjadi. Tidak mungkin tidak ada perbedaan intrepretasi dalam sebuah masalah yang dihadapi umat Islam. Dahulu memang ada Rasululullah yang selalu menengahi bila terjadi silang pendapat terhadap sebuah masalah. Namun sejak wafatnya Rasululullah, tinggalah para sahabat dengan segala perbedaan kemampuan keilmuan dan ketertarikan, dihadapkan kepada sejumlah masalah yang belum ada ketika masih ada Rasululullah. Pada akhirnya dengan segala perbedaan itulah mereka berusaha memutuskan permasalahan yang dihadapi umat Islam kala itu, yang keputusannya dapat berbeda satu sama lain. Tapi uniknya pada saat itu diantara sahabat tidak terjadi salah-salahan atau merasa merekalah yang paling benar melakukan intrepretasi ayat suci Alquran. Karena mereka yakin, yang tahu maksud ayat suci Alquran sebenarnya hanyalah Allah SWT, Maha Tahu.

Makanya saya justru heran melihat banyak orang melihat Islam dalam kacamata sempit. Lebih melihat simbolismenya saja, tanpa memperhatikan substansi yang ada didalamnya. Hingga pada akhirnya kita, sebagai umat islam, jadi saling ‘gontok-gontokan’. Penafsiran kita yang diturunkan oleh ulama-ulama kita dianggap memiliki kebenaran absolut. Ketika terjadi penafsiran terhadap sebuah ayat suci Alquran oleh ulama-ulama yang kita yakini keilmuannya, lalu kita menganggap bahwa itulah kebenarannya. Itulah kandungan Alquran yang sebenarnya. Intrepretasi lain dinihilkan, walaupun ulama-ulama yang lain bisa saja keilmuannya setara atau bahkan melebihi ulama-ulama yang kita yakini keilmuannya. Akhirnya yang timbul adalah perpecahan. Tidak ada kesatuan. Merasa paling benar sendiri. Segala hal dihalalkan. Yang penting Islam bisa terjaga dari intrepretasi-intrepretasi lain yang bisa saja membuat kemunduran Islam. Tetapi apa iya, Islam akan mundur.

Bukankah Allah sendiri dalam Alquran yang menjamin keberlangsungan Islam itu sendiri. Tetapi kan harus usaha? Iya kita harus usaha? tapi usaha seperti apa? Apakah usaha yang menimbulkan pertikaian antar umat itu adalah usaha menjaga Islam? Jangan-jangan tanpa disadari kita disetir oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan agar Islam tidak menjadi besar.

Saya rasa membahas hal di atas bukanlah kapabilitas saya. Siapalah saya? Saya hanyalah pemeluk sekaligus meyakini Islam adalah agama rahmatan lil’ alamin, bukan buat pemeluknya saja. Sebagai seorang mualaf saya miris melihat kita lebih mementingkan kepentingan golongan kita dibandingkan kebesaran Islam itu sendiri. Kita telah terlena oleh doktrinisasi sejak kecil tanpa kita sadari. Padahal ketika wahyu turun kepada Rasululullah, yang harus dilakukan adalah Iqra. Bacalah!. Bacalah ayat-ayat kauliyah dan ayat-ayat kauniyah. Satu sama lain tidak bisa dilepaskan. Harus dua-duanya. Tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Bahkan dalam Alquran sendiri selalu dipertanyakan sejauh mana kita menggunakan AKAL kita dalam beragama? Jangan-jangan kita lebih mengerti ILMU AGAMA dibandingkan AGAMA itu sendiri.

Kenapa saya miris melihat perkembangan umat Islam sekarang ini? Karena saya melihat gejala-gejalanya seperti itu. Kita lebih gampang terprovokasi dengan hal-hal sepele, sementara masih banyak hal besar yang bisa diperhatikan. Memangnya kita tidak bisa merendahkan diri kita kepada saudara kita yang seiman? Apakah persoalan fiqh itu kita lihat sebagai persoalan agama? Maksud saya, apakah melihat agama Islam itu sebatas fiqh belaka. Jadi kalo sebuah fiqh dianut oleh mayoritas masyarakat, maka kita berkesimpulan itulah islam. Saya sendiri bingung bila hal itu terjadi. Bagaimana mungkin manusia dengan segala keterbatasannya dapat menafsirkan ayat-ayat suci Alquran yang diturunkan oleh Allah yang Maha Sempurna dengan benar, tidak ada kesalahan penafsiran didalamnya. Lagi-lagi saya mendapati diri saya dalam kebuntuan. Akhir kata, tulisan ini adalah tulisan iseng-iseng saja. Tulisan seorang mualaf yang baru belajar Islam. Wallahualam bissawab, Allah lah yang Maha Tahu segalanya. Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s