Gila benaran atau pura-pura Gila?

Terkadang aku suka terheran-heran mengenai diriku yang selalu saja mengobservasi apa pun di depanku. Tak ada niat sebenarnya sampai mengobservasi sesuatu hal atau orang-orang yang kebetulan berada di depanku. Itu terjadi secara otomatis dan tanpa ku niatkan. Bukan bermaksud jahil, namun apa daya, seakan otakku selalu tertarik mengenai hal-hal baru yang belum ku ketahui. Alam bawah sadarku selalu siap siaga menerima informasi yang sebenarnya tak ku inginkan, bahkan ku niatkan.

Ambil contoh, ketika ku pulang kerja atau berangkat kerja. Iseng-iseng melongok keluar kendaraan dan melihat apa yang ada di sepanjang jalan saja telah cukup menarik perhatian. Namun jika biasanya hanya jalanan dan pengendara motor atau mobil yang biasanya terlihat olehku, kali ini cukup berbeda. Aku melihat seorang dengan bertelanjang dada. Kulit hitam yang dekil, berambut gimba sambill bertelanjang kaki di sepanjang jalan yang panas dengan cepatnya, tanpa memperdulikan tatapan-tatapan orang sekitarnya. Seorang Cowo dengan celana pendek yang boleh dibilang berwarna kecoklat-coklatan, kalau boleh dibilang tidak hitam. Bagi sebagian orang, khususnya orang Indonesia yang seringkali membuat julukan, dengan ciri-ciri diatas bisa dipastikan akan dikenai julukan “orang gila”. Entah karena memang dia memiliki kelainan jiwa atau memang memiliki preferensi yang berbeda dengan orang-orang umumnya, maka disebut “orang gila”. Aku pun kurang memikirkan sampai sejauh itu.

Awalnya ku tak perduli dengan apa yang dihadapanku. Banyak di daerah metropolis seperti Jakarta ini akan kita temui, walau jarang sekali, orang-orang yang menerima julukan seperti itu (“orang gila”). Memang sangat disayangkan kenapa mereka sampai seperti itu. Kata banyak orang, tekanan yang terlalu tinggi dan tidak memiliki keikhlasan terhadap apa yang menimpanya membuat orang seringkali memiliki khayalan-khayalan untuk menjauhkan dirinya dari kenyataan yang ada. Namun bukan maksud tulisan ini untuk memperdalam mengapa seseorang itu bisa menjadi gila.

Ada sesuatu yang unik dari orang yang kuperhatikan tersebut. Aku mungkin tidak akan terlalu memperhatikan jika hanya berpapasan satu atau dua kali saja. Namun lebih dari dua kali ku berpapasan dengannya. Suatu ketika, ketika ku pulang kantor, tak sengaja aku berpapasan kembali dengannya. Kebetulan untuk menaikin angkutan umum, aku harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter dari kantorku. Dan jalan yang kulalui pun merupakan jalan raya. Jadi wajar jika tak sengaja ku menemui orang-orang yang tak ku kenal.

Kali ini aku pun bertemu dengan orang gila yang pernah kuperhatikan sebelumnya. Aneh. Pikiran itu mulai menyeruak dan terindikasi oleh saraf-saraf sinapsis otakku. Perlahan-lahan dia mulai mendekat dan aku semakin bisa dengan leluasa melihat secara dekat bagiamana orang tersebut. Keanehan pertama yang ku lihat adalah. Perawakan tubuhnya yang gempal. Walau kulitnya hitam legam, namun otot-ototnya masih terlihat, tidak seperti seorang pesakitan. Dan yang lebih aneh lagi, ketika diriku menatap matanya, dia lalu melengos melihat ke arah lain. Otak ku mulai berpikir. Sebenarnya orang yg dihadapanku ini, orang gila atau pura-pura gila. Jangan-jangan dia lagi melakukan lelaku tertentu untuk mendapat sebuah ilmu. Aneh memang. Aku merasa ketika tatapan kami bertemu, dia tahu aku sedang memperhatikannya. Makanya dia buru-buru memalingkan mukanya. Kejadian ini aku konfirmasikan beberapa minggu kemudian. Aku bertemu kembali dengannya. Kali ini pun dia melakukan hal yang sama. Jangan-jangan memang benar dugaanku. Dia sedang melakukan lelaku tertentu. Perasaan itu kembali muncul.

Tapi balik lagi, itu hanyalah perasaan belaka. Namanya sebuah perasaan, maka seringkali lebih banyak unsur subjektifitas didalamnya tanpa disertai fakta-fakta mengenainya. Seringkali salah, dibandingkan benarnya. Aku pun melanjutkan perjalanan tanpa melirik kembali ke arahnya. Sejak itu aku belum pernah bertemu kembali dengannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s