Pentingnya memahami Wealth Management buat kehidupan diri dan keluarga (Part 02)

Dalam workshop kemarin, pembicara juga menjelaskan apa yang namanya utang baik dan utang buruk? Utang baik adalah utang yang kita pergunakan untuk menghasilkan aset tambahan bagi diri kita dan tentunya menghasilkan sumber pendapatan baru bagi kita. Contohnya: Kita menggunakan kartu kredit untuk membeli sebuah MacBook, yang cicilannya akan ditagih ke rekening kita selama 1 tahun. Cicilan tersebut akan menjadi buruk, jika Macbook itu hanya kita gunakan untuk sekedar membuat tulisan belaka atau lebih parahnya hanya untuk gaya saja. Namun cicilan tersebut akan bernilai jika kita menggunakan Macbook tersebut untuk menghasilkan creative design yang bisa dijual ke orang lain.

Dalam hal terakhir, cicilan tersebut menghasilkan pendapatan lebih besar dibandingkan biaya cicilan yang dibayarkan. Dengan demikian pula, tidak selamanya kartu kredit itu jahat. Selama kita bisa menggunakannya dengan bijaksana, justru keuntungan yang kita dapatkan. Lagi pula banyak diskon-diskon yang menarik dengan memiliki banyak kartu kredit. Pembicara sendiri telah memiliki 20 macam kartu kredit.

Mataku terbuka lebar. Mindset kartu kredit jahat runtuh seketika. Dengan kata lain, tidak selamanya kartu kredit itu jahat. Yang jahat justru pemiliknya yang menggunakan segala kemudahan yang ditawarkan dengan serampangan. Ingat bunga kartu kredit itu kurang lebih 3,5% per bulan! Bukan per tahun, seperti tabungan atau deposito. Jadi kalau ditarik garis lurus selama 1 tahun, maka kita akan membayar bunganya sebesar 42% selama satu tahun.

Hal lain yang cukup memberikan tambahan pengetahuan bagi diriku adalah sebuah pertanyaan lanjutan dari pembicara. “Apa kalian telah memikirkan bagaimana pembiayaan pensiun kalian? Bagaimana pendidikan anak-anak kalian? Siapakah yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pensiun kalian? Kalian sendirikah atau anak-anak kaliankah? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang mesti mau tidak mau kita sendirilah yang dapat menjawabnya. Semua pertanyaan itu harus kita jawab dengan jujur. Biar bagaimana pun, semuanya itu ada kaitannya secara langsung dengan diri kita.

Tahukah kalian bahwa biaya pendidikan memiliki inflasi sebesar 140% per tahunnya? Berapa kenaikan gaji kita dalam setahun ini? Telah mencukupikah? Itu baru biaya pendidikan anak-anak kita sejak masuk TK hingga masa kuliah mendatang. Bagaimana dengan pensiun kita? Kehidupan sehari-hari kita? Inflasi tahunan saat ini secara rata-rata sejak 1997-2010 adalah 13,26%. Inflasi tertinggi Indonesia pernah mencapai 82,40% pada September 1998. Kembali lagi pertanyaan awal, berapa persen kenaikan gaji kita? Kembali kepalaku merasa pusing. Ini saja hal yang harus kita persiapkan, bagaimana jika ada sesuatu yang tak terduga terjadi pada diri kita dan keluarga? Dengan kata lain kita haruslah memiliki sebuah proteksi untuk memperkecil atau menghilangkan resiko-resiko di kemudian hari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s