Bagaimana Memaksimalkan Hidup Kita?

Ada yang bilang hidup ini singkat. Ada juga yang bilang hidup ini hanya sebentar. Namun berapa banyak manusia yang benar-benar memahami hidup ini memang sebentar dan singkat? Saya pribadi percaya dengan jargon di atas. Hidup memang singkat, karenanya memaksimalkan potensi penggunaan hidup secara maksimal merupakan tindakan yang tepat.Sebaliknya, berkeluh kesah dan selalu mengutuk hal-hal sepele atau membesar-besarkan yang kecil, saya rasa bukan sebuah tindakan yang tepat.

Begitu pula dengan kita mengurung diri di tempat. Padahal Bumi ini luas. Jangan-jangan mindset pikiran kita, bumi itu hanya seluas Pulau Jawa? atau lebih parah lagi kita beranggapan Bumi itu hanya seluas Jakarta saja? Kita kadang tidak mengakuinya, namun seringkali kenyataan yang ada dan tanpa kita sadari adalah seperti itu. Kita terkungkung di tanpa kita menyadari diri kita terkungkung! Padahal masih banyak bumi Allah yang bisa kita kunjungi dan lebih menarik dari yang kita pikirkan dan alami.

Pernahkah terbersit keinginan untuk mengetahui wilayah bumi yang lain? Dengan latar belakang berbeda, karakter penduduk yang berbeda, budaya yang berbeda dan masih banyak lagi perbedaan di dalamnya. Bisa saja permasalahan yang kita hadapi dapat ditemukan solusinya ketika kita melakukan sebuah perjalanan.

Begitu indahnya bumi yang diciptakan Allah, namun kita tidak menyadarinya. Kita hanya terkungkung beton-beton yang melingkari sudut Jakarta.

Pernahkah terpikirkan suara nyanyian burung yang saling bersahutan menatap pagi yang cerah? Menari-nari di atas pohon yang menjulang tinggi ke angkasa. Suara jangkrik pada malam hari yang sepi. Gemericik suara air yang tiada henti berlari di sepanjang sungai? Jika belum, mungkin saatnya mencoba hal-hal baru yang jarang kita lakukan atau bahkan belum pernah kita lakukan.

Namun tentu saja, ada payoff-nya. Apakah mau, dengan kesibukan kantor kita selama 5 hari setiap minggunya, bahkan ada yang sampai 6 hari per minggunya, kita menyempatkan waktu berkeliling menyelami bumi Allah yang lain? Hal ini menjadi pertanyaan yang harus kita jawab sendiri. Namun saya pribadi percaya, antara pengorbanan dengan hasil yang kita dapatkan dengan melakukan perjalanan itu jauh lebih berharga dari apa yang kita bayangkan selama ini.

Mungkin terasa aneh, kenapa kita merelakan diri kita ke luar kota, sementara kita butuh istirahat? Kenapa tidak kita gunakan waktu libur kita untuk bermalas-malasan saja di rumah? kan tidak mengeluarkan biaya? Lagi pula sepertinya badan pegal-pegal setiap akhir pekan. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Tubuh kita memang bisa diistirahatkan, tetapi bagaimana pikiran kita? Apakah dengan kita melakukan seperti yang biasa kita lakukan, secara otomatis pikiran kita istirahat dan tercerahkan pada keesokan harinya?

Selama masih sempat kita menyelami bumi Allah yang lain, mengapa tidak kita lakukan? Dapatkan pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah kita dapatkan. Mumpung masih muda, jangan jago kandang atau diistilahkan seperti katak dalam tempurung. Selamat mencoba. Have a nice weekend. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s