Gank Vacaction ke Situ Gunung

Sabtu, 5 Maret 2011, Gank Vacation (GV) akhirnya melakukan perjalanan lagi. Bisa dibilang perjalanan ke Situ Gunung tidak jauh berbeda ketika kami ke Pamijahan, yakni touring motor sebagai alat transportasi. Namun ada hal yang berbeda di lokasi Situ Gunung. Selain adanya Curug Sawer yang tidak jauh berbeda dengan Curug 1000, di sana terdapat danau yang sangat indah. Benar-benar indah hingga menjelang sore hari pun, GV masih betah berlama-lama untuk mengistirahatkan lelahnya setelah berjalan ke Curug Sawer siangnya.

Awal mula perjalanan bisa dibilang GV banyak menghadapi hambatan. Rencana berkumpul jam 5 pagi di depan Pusat Grosir Cililitan (PGC), agar tidak terjebak macet, akhirnya tertunda. Kami baru bisa memulai perjalanan setelah jam menunjukan pukul 6 pagi. Karena ada member GV yang belum berkumpul, akhirnya kita menunggu mereka dahulu dengan sabar. Rencana tinggal rencana, pada akhirnya  Allah juga yang menentukan akhirnya. Biar bagaimana pun kita kan mau having fun, masa seperti itu saja bisa membuat badmood all day. Ya sudah, kita tungguin terus sampai semuanya berkumpul.

Bagi Anggota GV yang berada dalam wilayah Jakarta dan Bekasi memang diharapkan berkumpul di depan PGC. Namun salah satu anggota kami, Aie, yang bertempat tinggal daerah Ciputat, direncanakan akan berkumpul dengan kami ketika berpapasan di jalan raya bogor, tepatnya daerah Pasar Rebo. Bisa dibilang anggota GV yang satu ini tergolong nekat. Bagaimana tidak? Cewek sendirian. Ciputat-Pasar Rebo bisa terbilang jauh. Pagi-pagi buta pula dan naik motor sendirian. Semuanya itu hanya untuk ikut touring GV ke Situ Gunung. Namun melihat skill naik motornya yang mumpuni, tidak ada anggota GV terlalu khawatir. Toh pada akhirnya dia dinobatkan sebagai salah satu sosok penampakan daerah Situ Gunung. Selama ini kami tidak sadar. Kami baru menyadarinya ketika dia berpose di sebelah pohon raksasa. Jadi bisa dibilang dia cukup beruntung menjadi nominator, sekaligus juara penampakan Situ Gunung. Selamat bagi Aie menjadi juara penampakan Situ Gunung. Kami, member GV lainnya merasa terhormat. Semoga di perjalan lain waktu tetap menjadi juara penampakan. ^_^

Akhirnya anggota GV dapat berkumpul semuanya di daerah Pasar Rebo. Namun baru saja berkumpul, motor Mpai, dedengkot GV, bannya bocor. Mau tak mau, kita menunggu ban motor selesai ditambal. Untung saja tak jauh dari tempat pertemuan, ada bengkel motor. Dari pada bermasalah lagi nantinya di jalan, langsung saja Mpai mengganti ban motor bocornya dengan yang baru. Lainnya menunggu di depan Alfamart sambil mengunyah jajanan yang baru saja di beli di Alfamart plus gorengan, yang juga baru saja di beli tak jauh dari Alfamart. Lagi pula banyak dari anggota GV yang belum makan pagi. Setidaknya dengan mengisi perut seadanya, stamina masih dapat terjaga.

Akhirnya ban motor Mpai selesai diganti. Perjalanan dilanjutkan kembali. Lagi-lagi kami menemui hambatan. Setelah telat dari jadwal, ban motor Mpai bocor, kini hujan menghadang perjalanan GV tanpa kompromi. Posisi GV saat itu telah melewati pasar Cibinong. Mau tak mau kita pun berteduh.  Mulai dari sini, konvoi motor GV sudah mulai berantakan. Mpai sudah tidak kelihatan di depan dengan motor berban barunya, namun kita masih kontak-kontakan lewat Handphone. Sementara yang lain berkumpul. Saya (Iin a.k.a Indro) sendiri diboncengin Hadi, Inul sendirian, Ndink dengan Iim, pacarnya, Rony memboncengi Yendra, Aie sendirian, dan Mouna memboncengi Hanum. Jadi total anggota GV yang ke Situ Gunung kemarin berjumlah 10 orang dengan 7 motor.

Alhamdulillah hujan pun reda, walau masih rintik-rintik. Kami kembali melanjutkan perjalanan. Namun baru saja sekitar 50 meter beranjak, hujan kembali turun dengan derasnya. Saya dan Adi terus melakukan perjalanan, karena pada akhirnya kami sepakat untuk berkumpul di Ciawi terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya kita bertemu Mpai di depan yang sedang berteduh di bawah pohon. Saya dan Adi pun menepi. Sementara yang lain masih dibelakang kami, yang tampaknya juga berteduh.

Berselang 20 menit akhirnya hujan pun reda. Anggota GV yang lain mulai beranjak, dan kami (Saya, Adi dan Mpai) pun turut beranjak ketika sudah melihat mereka. Sesampainya di bogor, mentari mulai bersinar, menampakan cahaya pagi yang hangat. Praktis kegembiraan menyelimuti kami. Perjalanan ke Situ Gunung semakin bersemangat. Di pertiggaan Ciawi, kami akhirnya belok ke kanan Sukabumi.

Karena sudah cukup jauh jaraknya dari Jakarta sampai jalur Sukabumi, untuk sementara waktu kami memutuskan beristirahat di kedai kopi. Beberapa anggota GV memesan kopi atau minuman ringan lainnya. Baru saja ingin melanjutkan perjalanan, motor Rony tiba-tiba tidak mau dihidupkan. Ada masalah di bagian kunci otomatisnya, yang tidak mau terbuka. Jadi motor dalam keadaan terkunci terus. Kami sempat khawatir, perjalanan ini akan tertunda cukup lama. Meninggalkan Rony sendirian bukanlah sebuah solusi. Biar bagaimana pun kami berangkat bersama-sama, maka mencapai tujuan pun harus bersama-sama. Akhirnya kami otak-atik dulu dengan berbagai cara. Syukur alhamdulillah motor dapat menyala kembali. Perjalanan pun dapat dilanjutkan kembali.

Baru saja kita melewati terminal Sukabumi, hujan kembali turun. Entah kenapa, hujan tampaknya senang mengguyuri anggota GV. Mungkin banyak dari anggota GV yang belum mandi, jadi disuruh mandi dulu agar member GV bersih-bersih dulu. ^_^. Akhirnya untuk kesekian kalinya kami menepi kembali. Namun bukan sembarang menepi. Kami justru menepi di warung bakso. Jadilah makan dulu disana. Lagipula saat itu jam telah menunjukan jam 12 siang. Namanya “Bakso Tenis Dago”. Tidak seperti bakso umumnya, dimana daging atau tetelan menyatu dengan bakso, justru daging dan tetelan itu hanya dimasukan kedalam baksonya. Bisa dibilang baksonya berongga, tetapi didalamnya ada tetelan dan daging. Kuah nya pun menyegarkan. Cukup enak, apalagi saat itu lagi turun hujan.

Setelah hujan reda, kami pun kembali melanjutkan perjalan ke lokasi. Tidak ada hambatan lagi selama perjalanan sampai tibalah kami di tempat tujuan. Udara dingin mulai memasuki setiap pori-pori anggota GV. Suasana Situ Gunung masih asri sekali. Dengan banyaknya pohon-pohon yang menjulang tinggi, hamparan sawah ketika menuju lokasi, pohon bambu yang yang menari mengiringi hembusan angin, rasanya lelah dan hambatan yang menghadang selama perjalanan terbayarkan.

Objek pertama yang kita kunjungi adalah Curug Sawer. Bisa dibilang untuk menuju lokasi Curug, biasanya kita harus melewati jalan-jalan berbatu atau undakan-undakan yang naik-turun. Masih untung kalau undakan-undakan tersebut tidak tinggi-tinggi dan membuat dengkul copot. Bagaimana kalau seperti yang di Pamijahan? yang undakannya tinggi-tinggi. Untungnya tidak seperti Curug 1000 di Pamijahan, undakan-undakan di Curug Sawer bisa dibilang masih standar atau setengahnya dibandingkan dengan Curug 1000. Selain itu jaraknya pun tak sejauh Curug 1000.

Jarang sekali orang yang datang ke Curug Sawer ini. Selain medannya yang masih alami, jaraknya pun cukup jauh jika dibandingkan jarak ke danau Situ Gunungnya, yang tak jauh dari pintu masuk lokasi. Tidak seperti jalan ke Curug Sawer yang berundak-undak, jalan ke danau relatif mudah, karena merupakan jalan besar yang bisa dilalui mobil dan motor.

Hal lain yang cukup menjadi perhatian di tempat lokasi adalanya banyaknya pacet yang berkeliaran di sana. Hampir setiap rombongan yang berlalu ke lolasi akan menemui sebagian anggotanya tergigit pacet. Bahkan di kamar mandi pun masih bisa ditemui pacet yang menempel di bak mandi. Mungkin hal ini pulalah yang menjadikan objek wisata ini masih belum terjamah dan ramai dikunjungi.

Perjalanan ke lokasi Curug bisa terbilang memakan waktu. Beberapa kali kami istirahat menuju lokasi Curug. Saya pribadi dan Mpai ingin secepatnya melihat Curug tersebut, hingga secara tidak sadar kami berdua meninggalkan yang lain. Kami sudah sampai tujuan, mereka ternyata berteduh di gubug yang ada di jalan undakan Curug, berhubung pada saat itu hujan kembali datang. Untungnya karena disitu ada penjual nasi kuning, mereka makan terlebih dahulu. Sementara saya dan Mpai terus melanjutkan perjalanan, tanpa kami sadari meninggalkan yang lain, di tengah guyuran hujan.

Sesampainya di Curug, beberapa member GV memberanikan diri menyebur ke kubangan Curug. Bisa dibilang ini nekat. Dari awal kami sampai, belum terlihat satu pun ada orang yang mencoba turun masuk ke kubangan Curug. Namun karena anggota GV sudah tergolong gila-gila semua, hanya saja belum masuk Rumah Sakit Jiwa, akhirnya coba-coba turun ke dalam kubangan Curug. Ternyata kedalamannya hanya sedada. Ya sudah, keadaan semakin menggila, anggota GV yang belum turun akhirnya ikutan turun (bisa dilihat di foto-foto yang diupload). Seperti biasa juga, setiap berada di lokasi tujuan, foto-foto tak ketinggalan. Kalau tidak difoto, terasa seperti ada jiwa yang hilang bagi member GV. Pokoknya kalau ada web hosting yang gratisan dan beralamat http://www.narsis.com, maka foto-foto anggota GV saja yang ada. ^_^

Setelah puas, kami mulai menuju ke danau Situ Gunung dengan melewati jalan setapak yang sama seperti kami ke Curug. Dengan kata lain, kami harus kembali ke posisi semula, dekat pintu masuk kembali, sebelum kami menuju ke danau disebabkan arahnya bertolak belakang 180 derajat dengan Curug. Karena hari sudah mulai menjelang sore, kabut pun mulai turun mengaburkan pemandangan di kiri-kanan jalan setapak. Sempat sekali-kali kami berfoto di tengah kabut. Udara pun semakin dingin, namun tidak menyurutkan langkah kaki kami menuju danau. Sayang sekali jika sampai ke daerah situ Gunung tanpa menyempatkan diri melihat danau yang indah.

Benar saja, pemandagangan danau sangat indah. Kabut mulai turun di sekeliling puncak pohon pinus. Tampak pulau-pulau kecil buatan di tengah-tengah danau. Walau buatan, namun tampak indah dan serasi dengan pemandangan di sekeliling danau yang dihimpit puluhan pohon Pinus. Bagi yang ingin mengelilingi danau, ada ‘getek’ (perahu bambu) sewaan yang dapat disewa mengitari danau. Namun berhubung waktu telah menunjukan pukul 5 sore, kami hanya duduk-duduk saja di samping danau, menikmati ciptaan Allah yang indah itu. Sayang sekali bagi anggota GV lain yang tak sempat ikut dalam touring Situ Gunung.

Jam 7 malam, kami mulai meninggalkan lokasi. Setelah berganti pakaian, kami pun melajukan motor kami di kegelapan malam. Kelap-kelip lampu perumahan di kejauhan yang terlihat dari atas Situ Gunung tampak seperti kelap-kelip bintang di langit.

Lelah, capek dan terbayang masih jauhnya menuju Jakarta membuat kami memutuskan untuk secepatnya kembali. Meski begitu ada rasa puas dalam hati dan kami tidak menyesal menyempatkan diri ke Curug Sawer dan danau Situ Gunung, walau jarak perjalanan jauh dari Jakarta menuju Cisaat, Sukabumi.

Macet seolah-olah menjadi langganan bagi orang-orang Jakarta dan sekitarnya. Kemana orang-orang Jakarta pergi, sepertinya macet selalu mengikuti. GV pun mengalami hal yang sama. Sebelum mencapai Ciawi, macet kembali menghadang. Bisa dibilang jarak ke Ciawi masih jauh, tetapi kemacetan sudah menghadang. Kami baru mengetahui di berita, ternyata kemacetan yang kita alami pada saat pulang tergolong parah. Bagi yang ke atau dari puncak, bahkan masih terus mengalami kemacetan sampai keesokan siang harinya sejak semalam. Untungnya kami hanya melewati jalur Sukabumi, jadi tidak terlalu parah.

Namun begitu, beberapa anggota GV ketika mencapai Ciawi terlihat sangat kelelahan. Beberapa sampai tidur dahulu di pinggir jalan, padahal Jakarta masih setengah perjalanan. Memang perjalanan touring motor kemarin merupakan perjalanan touring yang paling melelahkan yang pernah dilalui GV selama ini, selain ke Curug Cibodas dan Curug 1000 di Pamijahan sebelumnya. Namun inilah GV, di mana pun ada tempat wisata yang memungkinkan untuk kita jamah, maka kita akan datang ke tempat itu. Entah sekedar melepas lelah dari kepenatan sehari-hari atau juga memupuk silaturahim sesama anggota GV yang lainnya.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s