Perenungan evolusi diri

Kemarin malam ketika dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saja saya kepikiran. Itu pun sebelumnya karena membaca note facebook milik teman. Dia mengalami kejadian yang bisa dibilang berulang kali, entah apa itu kejadiannya dia tidak menjelaskan dalam tulisannya. Namun kalau bisa dilihat tampaknya pergulatan terjadi karena dia beranjak dewasa. Semacam transisi kepribadian dari seorang yang biasanya selalu diatur-atur menjadi seorang yang menentukan sendiri pilihannya, entah pilihan tersebut berakhir baik atau buruk bagi dirinya.

Ketika membaca note itu, saya jadi berpikir kenapa semakin tinggi usia kita, banyak masalah yang menghampiri? seolah-olah tidak putus-putusnya. Baru selesai satu masalah, timbul masalah lain lagi. Seolah-olah hidup kita hanya diperuntukan untuk mencari segala solusi dari setiap permasalahan tersebut. Lalu kapan bagi kita mengurusi diri kita sendiri? itulah sebagian pertanyaan yang menghampiri ketika perjalanan pulang kemarin malam.

Dalam pemikiran saya, ketika sebenarnya mengalami sebuah evolusi diri. Dahulu setiap masalah yang menghampiri kita, orang tua kitalah yang menyelesaikannya. Ada masalah sedikit saja, orang tua kita langsung ambil alih. Begitu sayangnya orang tua kita, kadang-kadang sampai terlupakan bahwa biar bagaimanapun seorang anak pada akhirnya dituntut untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Jika seorang anak dimanja terus, hal yang terjadi kemudian dia akan menjadi seorang manusia childish. Dia akan selalu diliputi keraguan ketika harus memutuskan sebuah masalah, karena terbiasa diselesaikan oleh orang tuanya.

Nah proses evolusi diri inilah, yang kadang-kadang mau tidak mau menyakitkan kita. Kita tidak pernah tahu apakah setiap keputusan yang kita ambil nantinya akan berujung baik. Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat kita kadang-kadang ragu juga dalam mengambil keputusan. Lalu dimana peran orang tua kita? Saya pikir semakin kita dewasa kita semakin meminggirkan peran orang tua kita. Kita sudah merasa lebih tahu dibandingkan mereka. Zaman kita juga berbeda dengan mereka. Solusi yang mereka terapkan di zaman mereka belum tentu berhasil di zaman kita. Pada akhirnya mereka tidak mengetahui permasalahan yang kita hadapi.

Proses dari ‘ingin menyelesaikan masalah sendiri terlepas dari peran orang tua’lah yang membuat kita akhirnya tersakiti baik langsung ataupun tidak. Tapi satu hal yang pasti, dengan kesalahan-kesalahan yang kita buat, kita jadi tahu mana yang benar. Jadi kita harus menikmati proses pendewasaan diri dengan tetap tersenyum walau menyakitkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s