Menulis itu melatih berpikir

Orang Indonesia itu paling sulit disuruh membaca, apalagi menulis. Padahal kalau diteliti lebih lanjut, menulis itu sebenarnya menyenangkan dan bisa membuat orang kecanduan. Tapi yang terpenting, dengan menulis, sebenarnya kita belajar. Belajar untuk mengerti terhadap sebuah hal. Kalau kita tidak mengerti, pastinya tulisan pun tidak akan jadi. Ngalor ngidul entah kemana. Saya pikir ini bagus juga untuk membuat daya konsentrasi kita menjadi lebih terfokus, selain adanya transfer ilmu dari penulis ke pembaca.

Terus terang, saya sendiri bukan penulis. Saya mencoba untuk menulis, karena saya bisa mengutarakan apa yang ada dipikiran saat ini. Pak Anthony Dio Martin, seorang motivator Indonesia yang menitikberatkan emotional quotient dalam memotivasi orang lain pernah bilang “alasan saya menulis adalah ingin menstransfer ilmu yang saya miliki sehingga berguna bagi orang lain”.

Saya pribadi setuju dengan pernyataan Pak Anthony. Kalau punya ilmu hendaklah berbagi. Ilmu itu kan tidak akan habis. Allah juga semakin senang kalau kita memberikan sedikit pengetahuan kita untuk umatnya yang lain. Dengan begitu DIA tentunya akan senang hati pula memberikan ilmu baru lainnya supaya kita transfer lagi ke yang lain. Jadi pada akhirnya siapa yang diuntungkan? Kita sendiri pastinya.

Kembali kepada pemokusan pikiran. Sangat disayangkan kalau kita memiliki ide, apapun itu bentuknya tidak dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Ide yang sekelebat datang begitu saja bisa jadi bermanfaat bagi diri kita pribadi ketika kita menuangkannya ke dalam bentuk tulisan. Kita jadi lebih mengetahui keseluruhan apa yang kita pikirkan, tidak sepotong-potong.

Pernah tidak kalian merenungi sesuatu namun menguap begitu saja karena ketidakfokusan pikiran kita. Ide-ide yang muncul itu sebenarnya dapat kita rangkum menjadi sebuah tulisan, hingga kita tahu big picture dari pikiran kita sendiri.

Apa? Mengapa? Kenapa? Pikiran-pikiran itu pada akhirnya akan menuntun kita dalam sebuah kesimpulan pikiran kita sendiri.

Kita cukup lebih mendalami lagi ide-ide yang muncul tersebut dan menyatukan beberapa ide itu menjadi sebuah tulisan. Susah ya? Seperti umumnya, sesuatu hal baru pastilah sulit dilakukan, namun seiring waktu kita akan terbiasa. Seperti pertama kali kita belajar membaca. Apakah sulit? tapi nyatanya kalau ada kemauan, kita bisa berhasil. Jadi kalau ingin melatih konsentrasi dan pemokusan pikiran, mungkin kita bisa berlatih membuat tulisan sendiri. Tidak perlu hebat, yang penting kita bisa menuangkan apa yang kita pikirkan ke dalam tulisan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s