Pengalaman Pertama Melahirkan bagi Wiwin

(Tulisan ini sebagai bahan latihan dalam Training menulis Calon Reporter Bisnis Indonesia oleh Iin Squall)

Proses melahirkan bagi seorang wanita merupakan momen yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya, apa lagi jika hal tersebut untuk kali pertama. Hal ini yang terjadi dengan teman saya yang bernama Wiwin Winarni,.wanita berusia 27 tahun ini dengan bersuamikan Raden Dudi Darmadi. Rasa gelisah dan sakit yang mendera selama detik-detik kelahiran sang bayi, merupakan proses yang cukup berat.

Dua minggu sebelum kelahiran, temanku telah mengambil jatah cuti dari kantornya, dan selama dua minggu tersebut tidak mungkin ia berdiam diri saja menunggu kelahiran sang jabang bayi, pasalnya sebelum cuti dimulai ada vonis dari seorang dokter yang menginformasikan bahwa dalam USG terakhirnya diketahui bayi yang dikandungnya terlilit tali pusar dan disarankan untuk proses kelahiran nanti dilakukan operasi Caesar.

Namun bukan wiwin kalau ternyata hal tersebut sudah mematahkan niatnya untuk melakukan kelahiran secara normal. Dia pun berusaha mati-matian untuk mengembalikan bayi yang dikandungnya tidak terlilit, dengan sering melakukan aktivitas seperti mengepel, banyak jalan, dan bahkan senam hamil pun dilakukan sehingga diharapkan nanti adanya pergerakan yang dilakukan oleh sang ibu akan membantu membuat tali pusar yang melilit sang bayi tersebut bergeser. Dan hal tersebut berhasil. Bayi yang dikandungnya telah berada pada posisi normal kembali.

Tanggal 6 September 2009, Perutnya mulai mengalami mules-mules yang ternyata sudah saatnya proses kelahiran terjadi. Mules yang tak tertahankan itu akhirnya memaksa diri dan suaminya untuk memeriksakan ke bidan terdekat, namun hasil pemeriksaan dari bidan tersebut ternyata merupakan mules yang wajar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Masih ragunya terhadap informasi yang diberikan sang bidan.

Akhirnya karena masih khawatir bahwa mules yang diderita bukan mules biasa, akhirnya keesokan paginya, tanggal 7 September 2009 mereka pergi ke klinik Sawojajar, Bogor. Dr. Amrah yang memeriksa kandungannya menyatakan proses kelahiran semakin dekat dan bayi sudah mulai menjalani proses kelahiran untuk datang ke dunia.

Namun lelah yang begitu melanda dan ditakutkan akan kehabisan stamina, akhirnya atas saran dokter, sang pasien diberikan induksi, sebuah obat perangsang hingga mulesnya menjadi berkali kali lipat yang justru akan mempercepat prosesahiran sang bayi. Untuk lebih mempercepat lagi, wiwin dikenakan alat vakum. Dengan adanya alat ini berarti sang bayi akan terhisap dari luar sehingga proses kelahiran menjadi lebih cepat.

Namun justru malapetaka bagi wiwin, alat tersebut ternyata tak berfungsi, padahal proses untuk memasukan alat tersebut ke dalam saluran kelahiran memerlukan waktu lama dan cukup menyakitkan. Wiwin pun makin kehabisan stamina. Mau tak mau digantilah alat vakum tersebut dengan yang lain. Dan ternyata keberuntungan masih belum memihak, alat tersebut pun tidak berfungsi juga. Kalau bisa dibilang pada saat itu mungkin bisa dibilang seperti kelinci percobaan saja. Mau tak mau harus diganti dengan yang lain. Stamina pun makin menurun. Alat vakum ke tiga mulai dimasukan kembali dan syukurnya alat tersebut berfungsi.

Tepat pukul 20.15, lahirlah ke dunia sang bayi yang bernama Muhammad Gozi Al Fatih. Namun kekhawatiran masih saja melanda temanku itu, dia harus melihat bayinya secara langsung, apakah sehat, apakah ada cacat di tubuhnya? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di benaknya. Tak berapa lama bidan membawanya masuk, dan syukur Gozi sehat wal afiat, tidak kurang satu pun. Kini wiwin bisa bernapas lega, semua perjuangannya tidak sia-sia selama ini dan terbayar oleh kelahiran sang bayi yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri itu. Selamat atas kelahiran bayinya.

Iklan

One comment

  1. bagaimana mba dengan perkembngan otak anak mba yg divakum. mohon share pngalaman anak yg telah dilahir vakum mba .krena sya punya riwayat sama.trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s