Jadilah Pribadi diri kita sendiri

Ada yang bilang bahwa hidup ini tidaklah se-simple yang dipikirkan. Kapan kita harus begini, kapan harus begitu? belum lagi tuntutan-tuntutan yang datang silih berganti. satu belum selesai, yang lain telah menanti. Berapa banyak dari kita yang menyadari bahwa sebenarnya kita ini melakukan kegiatan atas keinginan diri kita sendirikah? atau sebenarnya atas keinginan-keinginan orang lain yang secara tidak langsung atau pun langsung mempengaruhi apa yang kita jalani selama ini.

Ada yang salahkah dengan kenyataan di atas? Apakah kalian akan membiarkan hidup kalian diatur oleh keinginan-keinginan orang lain? Kapan kalian belajar untuk menjadi diri sendiri yang dapat berkembang sesuai keinginan kalian sendiri? tulisan ini bukan berarti ingin memprovokasi kalian bahwa kalian harus menentang semua yang ada selama ini yang kalian jalani, tapi justru untuk mengingatkan kita kembali, seberapa besar kita menyempatkan waktu kita untuk merenung dan bertanggung jawab hanya kepada diri kita sendiri, tanpa disibukan oleh kegiatan-kegiatan yang sebenarnya diinginkan oleh orang lain, bukan diri kita pribadi.

Banyak orang yang akhirnya tidak pernah tahu, kenapa hidup mereka selalu dituntut untuk menuruti kemauan orang lain, bahkan orang terdekatnya dan kenapa mereka tidak bisa menjadi diri sendiri? Seandainya pun mereka ingin berubah, mereka selalu dihadang oleh hambatan-hambatan yang sering kali menyita pikiran. Bagaimana tidak, apalagi kalau hambatan tersebut berasal dari orang terdekat kita. Akhirnya keputusan yang diambil hanya menuruti kemauan mereka, yang sering kali tidak sesuai dengan keinginan terdalam dari hati kita.

Tapi tahukah kalian bahwa hidup ini sebuah pilihan. Kitalah yang memilih untuk tetap mengikuti kemauan orang lain. Kita pulalah yang secara langsung menginginkan hati dan pikiran kita terkuras demi orang lain. Kita bisa membiarkan mereka mempunyai tuntutan-tuntutan terhadap diri kita, tanpa kita pribadi tahu mereka pun akan melakukan hal yang sama seperti kita? Atau kita bisa memilih agar mereka tidak mengendalikan diri kita, tapi kitalah yang mengendalikan diri kita pribadi, diri manusia seutuhnya, terlepas dari belenggu-belenggu tuntutan yang selalu saja menghadang demi perkembangan kepribadian kita.

Namun patut diingat, kita juga merupakan makhluk sosial, yang tidak akan pernah bisa untuk terlepas dari lingkungan sosial kita. Jangan bermimpi untuk selalu berdiri sendiri, tanpa bantuan orang lain, itu sama saja mengasingkan diri dan menjadi orang yang tidak peduli terhadap lingkungannya.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah kita harus mengetahui sejauh mana kita dapat mengendalikan lingkungan kita, jangan sampai justru kita yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita. Kita harus tau prioritas mana yang bisa kita ambil dan akibatnya dari keputusan tersebut. Hidup ini adalah sebuah pilihan. Kitalah harusnya yang menentukan panggung sandiwara dunia yang kita lakoni, karena kitalah sutradara bagi kehidupan kita sendiri, bukan orang lain!!!.

Sekali lagi ambilah sikap yang paling baik menurut kalian, dan pikirkan kembali secara jangka pendek dan jangka panjang akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Dan ingat, apa pun itu selalu ada resiko dan tanggung jawab yang menyertainya.

by: “iin squall”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s