Persahabatan

Kawan, masih ingatkah kau waktu kita bercanda riang. Saat itu rasanya kita gak pernah peduli lagi sekeliling kita. Kita hanya tertawa lepas, tanpa pernah tahu bahwa suatu saat akankah persahabatan kita ini tetap ada. Kita tidak pernah bertanya-tanya, kenapa kamu begini, kenapa aku begitu. Bagi kita yang terpenting adalah indahnya persahabatan.

Aku ingat, saat itu waktu aku kesusahan, aku disupport sama kamu, begitupun ketika kau sedang down, aku pun selalu ada disisimu. Aku berusaha menjadi seorang sahabat yang baik. Apakah kita selalu mikirin akibat dari tindakan kita? Aku yakin tidak sahabatku tercinta. Kita tidak peduli itu semua. Kita peduli bagaimana kita, satu sama lain saling bantu, saling menceriakan, saling mensupport tanpa pamrih, tanpa melihat untung rugi, dan selalu ikhlas melakukannya.

Tapi kenyataan berkata lain. Kita terpisah begitu jauh. Keadaaankah yang memaksa kita seperti ini? Akukah yang berbuat salah kepadamu? atau kita sudah tidak memiliki rasa itu lagi. Rasa yang menyatukan kita selama ini, yang membuat persahabatan kita begitu kuat. Namun ikatan itu, kini telah patah. Kita selalu punya pandangan lain, kita selalu berdebat tentang hal lain.

Kenapa? kenapa dan kenapa hal itu bisa terjadi? aku sendiri pun bingung. Mungkin kamu lebih tahu jawabannya sahabatku. Apakah candaku sudah kurang ajar? Apakah kekurangajaran itu karena aku semakin nyaman berada dekatmu, hingga aku tidak sadar bahwa itu sudah tidak sopan lagi bagimu, bahkan menyakiti hatimu.

Apakah aku sudah berubah? Apakah kita berdua sudah berubah tanpa kita sadari. Kita telah memiliki sudut pandang baru, teman baru, lingkungan baru yang tidak sama lagi seperti dahulu kita seringkali menghabiskan waktu bersama. Apapun itu sahabatku, aku tidak peduli. Aku yakin rasa itu masih ada, belum terkikis, belum habis, dan masih bisa kita perbaiki lagi.

Aku juga tahu, semakin tinggi sebuah persahabatan, semakin besar terpaan masalah yang akan menghancurkan persahabatan kita. Sahabatku, aku tidak bisa sendiri untuk menjaga persahabatan ini. Aku butuh kamu, sahabatku. Marilah kita jalin lagi tali persahabatan kita yang telah patah. Lupakan semua masalah-masalah yang menjauhkan kita. Ingatlah masa-masa indah dahulu, kebersamaan kita, canda tawa kita. Apapun yang terjadi pada akhirnya, Kamu tetaplah sahabatku. Amien.

by:Indrasquall

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s