Amal Saleh

Gak tau juga sebenarnya isi tulisan ini bener atau nggak..
tapi yg jelas cuma mau nulis aja sich…

jadi masalahnya gini..

dari dahulu sampe sekarang masalah agama itu selalu diperdebatkan
si Jony bilang bahwa agama yang dianutnya yang paling baik.
si Toni juga bilang bahwa agama yg diyakininyalah yang paling baik.

banyak orang mengaku-ngaku bahwa agamanya yg paling baik, termasuk
kita2 ini yang sedang membaca tulisan ini.

aku gak bilang bahwa gak ada agama yang baik.
tapi tolak ukur yang kita pakai sering kali dalam sudut pandang ke-aku-an dan
dan menggunakan hukum-hukum yang dibuat manusia.

contoh yang sering diperdebatkan dari dulu hingga sekarng pun adalah..
Apakah orang non-muslim itu bisa masuk surga? apakah orang islam aja yg boleh masuk
surga? apakah non-muslim yang melakukan aksi sosial dan membantu kemanusiaan tanpa
pandang bulu itu tidak bisa masuk surga? sementara ada orang muslim yg tidak peduli
dengan sekitarnya bisa masuk surga?

wah pertanyaannya berat yach?
aku aja berat..
hehehe..

tapi ada sebuah buku yang ingin aku sharing..
(buku berjudul “Keadilan Ilahi” karangan Murthada Muthahari”)

di buku itu dijelaskan ada 2 pandangan yg berseberangan tentang amal non muslim

1. Golongan pertama (intelektual tercerahkan)

menurutnya Allah itu Maha Adil dan tidak membeda-bedakan antara umatNya. jika seseorang
berbuat kebaikan dan beramal saleh dia akan masuk surga, sebaliknya jika dia sering melakukan kejahatan
dia akan masuk neraka.
mereka umumnya berdalih dengan ayat

“Barang siapa melakukan kebajikan seberat biji zarrah pun, niscaya dia akan melihat
(balasan)-nya. Dan barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji zarrah pun, niscaya dia akan
melihat (balasan)-nya pula” (QS Al Zalzalah 99:7-8)

dan juga ayat lain yaitu.

“Sesungguhnya, mereka yang beriman dan beramal saleh, Allah tidak akan
menyia-nyiakan pahala orang yang melakukan kebajikan” QS Al Kahfi 18:30

ada lagi juga ayat lain

“Sesungguhnya, orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, Shabi’in, dan orang-orang
Nasrani, siapa saja diantara mereka yang benar2 beriman kepada Allah dan hari akhirat
serta beramal saleh, maka tiada kekhawatiran bagi mereka, juga tiada (pula) mereka
bersedih hati” (QS Al Maidah 5:69)

2. Golongan kedua (kelompok ekstrem)

berkebalikan dengan golongan pertama (intelektual tercerahkan), mereka beranggapan
kalo selain islam tidak mungkin masuk surga. alasan mereka secara akal begini.
jika berasumsi bahwa perbuatan baik setiap orang baik muslim dan non-muslim, syiah dan non-syiah
akan diterima, kenapa harus ada perbedaan syariat? dengan kata lain jika memang tidak ada
perbedaan, berarti menjalankan syariat islam tidak ada gunanya, karena tidak ada pengaruhnya.

dalil Alquran yg mereka gunakan yakni

“Orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya, perbuatan-perbuatan mereka laksana debu
yang ditiup angin keras, pada hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil
manfaat sedikit putn dari apa-apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian
itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS Ibrahim 14:18)

ada lagi ayat lain yg mereka jadikan acuan

“Dan barang siapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah
diterima (agama itu) darinya, dan di akhirat, ia termasuk orang-orang yang merugi”
(QS Ali Imran 3L:85)

************

Dari kedua golongan pemikiran itu, kedua-duanya menggunakan Dalil Alquran yg menjustifikasi
alasan mereka. Kalo gitu apakah ada pertentangan dari Ayat Alquran itu hingga
timbul pemahaman yang bertolak belakang? jawabannya tentu saja antara ayat Alquran
dengan ayat lainnya tentu saja tidak mengandung pertentangan. Perbedaan yang timbul
lebih disebabkan karena pemahaman yang berbeda antar penafsir menyebabkan kesimpulan
yang didapatkan pun berbeda.

kembali lagi ke topik yang dibahas.

Dari 2 pemikiran di atas, baru sebagian benar. bagi pemikiran “intelektual tercerahkan” benar bahwa
setiap amal manusia, entah itu muslim atau non-muslim pasti akan diperhitungkan oleh Allah SWT.
bagi golongan “ekstrem” benar jg bahwa dalil-dalil yang mereka gunakan itu. kita juga tahu
ayat yang mereka kemukakan juga ada di Alquran. dan bagi umat Islam, Alquran itu merupakan
kitab suci yang belum tercemar dan menjadi panduan dalam segala hal untuk menjalani kehidupan
ini. Tapi satu hal yang harus diinget bahwa pendapat kedua golongan itu baru sebagian benar.

Inilah pendapat golongan lain:

Amal saleh yang dilakukan oleh seseorang tentunya akan Allah perhitungkan, tapi amal saleh
yang bagaimana yg akan diperhitungkan oleh Allah? Kita tahu ketika orang berbuat kebaikan, ada dua
sisi yang bisa ditinjau. sisi 1 yaitu menyangkut “pelakunya itu sendiri”. sisi 2 menyangkut “perbuatan
itu sendiri”. jika menyangkut “perbuatannya”, maka itu bisa dilihat melalui akibat dari perbuatan
itu sendiri. Jika ada seorang muslim atau non muslim, syiah atau non syiah membangun sebuah
rumah sakit dan itu rumah sakit itu sangat bermanfaat bagi orang lain, tentunya kita akan
memandang bahwa perbuatan itu baik. setiap orang pasti setuju dengan pendapat ini.

tapi satu hal lain yang kita lupa adalah bahwa setiap perbuatan, ada sisi lain yang harus diperhatikan
yakni dari pelakunya itu sendiri atau yang sering kita sebut “niat” atau “tujuan” dari perbuatan
itu sendiri. jika orang yang membuat rumah sakit itu tidak memiliki niat yang tulus apakah amalnya
diterima oleh Allah SWT walaupun dengan adanya rumah sakit itu sangat membantu orang banyak?
jawabannya adalah “iya”. Allah pasti akan membalas kebaikan dari orang tersebut, tapi tentunya
kebaikan tadi akan dibalas oleh Allah berlipat ganda jika kebaikan yang dilakukan itu memiliki
“niat atau tujuan” yang lurus (tidak riya atau ada unsur2 tertentu dibelakangnya).

Jadi intinya adalah kita tidak bisa bilang bahwa setiap orang non-muslim itu pasti masuk neraka
karena amal salehnya itu tidak diterima atau mereka pasti masuk surga ketika mereka telah berbuat
banyak amal saleh untuk manusia lain dan tentunya kita juga tidak akan bisa memastikan umat islam
pasti akan masuk surga jika dia sering berbuat kerusakan di muka bumi ini? Allah itu maha Adil, Maha Pemurah
dan Maha Penyayang bagi setiap UmatNYa. Allah tidak membedakan umat yang satu dengan umat yang lain.
Selama ini kita salah mempersepsi siapa masuk surga dan siapa masuk neraka, karena kita selalu
melakukan pengukuran dari sudut pandang hukum kita? yang terlihat bersalah sudah pasti dihukum, tanpa
kita mengetahui niat seseorang. Hanya Allah lah yang tahu niat seseorang dengan sebenar-benarnya,
manusia hanya bisa menduga beberapa bagian saja.

jadi kesimpulan dari tulisan di atas adalah biarkanlah hanya Allah saja yang memastikan siapa yang masuk
surga dan siapa yang masuk neraka. Kita sebagai umatNya sebaiknya lebih memfokuskan kepada berbuat
sebanyak2nya amal saleh yang dapat kita berikan baik bagi keluarga kita, orang lain, atau pun umat yang
tidak seagama dengan diri kita.

Wallahu Alam bishawab…

By: Iin Squall

Iklan

One comment

  1. […] Bagi saya pribadi, inspirasi itu bisa datang lewat film, bacaan, lingkungan sekitar atau bahkan teman-teman dekat kita atau pun anggota keluarga kita. Mulai dari yang kecil hingga dewasa, bahkan kakek nenek. Semuanya dapat menjadi inspirasi saya. Namun seringnya saya mendapatkan inspirasi dari buku yang sedang dibaca atau pun film yang baru saja ditonton. Jika menarik, maka biasanya saya segera mungkin membuat sebuah tulisan. Saya sendiri salute akan para penulis cerita novel atau pun naskah film yang saya tonton. Bukan sebuah tulisan biasa, jika tulisan itu dapat menginspirasi orang lain. Bagaimana juga semua tulisan itu dapat menggugah seseorang menjadi lebih baik, menatap sudut pandang baru dan memperoleh pengetahuan baru yang sebelumnya tidak kita ketahui. Contohnya saja novel Laskar Pelangi, 5 CM, 5 Menara, 3 Ranah, Chicken Soup, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saja sebutkan satu per satu di sini. Contoh tulisan inspirasi dari buku yang saya baca seperti Kesuksesan ala’ Ciputra, Siapa yang menciptakan Allah? dan Amal Saleh. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s